Budi menyebut, langkah itu diperlukan agar polisi bisa menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Tak hanya itu, kata dia, polisi juga harus menginformasikan kepada seluruh masyarakat terkait adanya penyampaian aspirasi.
Budi mengaku, telah melakukan pemeriksaan di sejumlah polres, termasuk Polres Metro Depok dan Polres Metro Jakarta Pusat, terkait surat pemberitahuan aksi itu. Namun, tidak ada surat yang masuk dari mahasiswa. “Ya, jadi dari aksi hari ini belum ada surat pemberitahuan sampai dengan 17.36 hari ini. Itu tidak ada surat pemberitahuan.”
Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut diblokade dan mendapatkan tindakan represif dari polisi saat menuju tempat aksi. Menurut dia, mahasiswa dipaksa melakukan aksi di depan Gedung DPR.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
“Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI,” kata Yatalathof di Bundaran HI, Jumat siang WIB.
