PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan Pancasila menjadi pegangan bangsa Indonesia di tengah dunia yang makin terpecah. Prabowo mengatakan Pancasila merupakan pemersatu bangsa.
Prabowo menyampaikan hal itu dalam pidatonya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Prabowo mengatakan Pancasila merupakan konsensus agung.
“Pancasila adalah sebuah konsensus agung. Suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” ujar Prabowo.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Prabowo mengatakan hal itulah yang menjadi dasar tema peringatan Hari Pancasila tahun ini. Diketahui, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini ialah ‘Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia’.
“Tema itu memiliki makna yang sangat mendalam. Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila,” ujarnya.
Prabowo menegaskan Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Dia mengatakan Pancasila merupakan pedoman hidup untuk mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, bernegara.
“Saudara-saudara, Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara,” tuturnya.
“Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” imbuh dia.
