Korban Hanania Group Ungkap Kerugian Hampir Rp100 Miliar, 2.500 Jemaah Terdampak

Sejumlah korban dugaan penipuan PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, usai konferensi pers di Te
Sejumlah korban dugaan penipuan PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, usai konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
0 Komentar

KORBAN dugaan penipuan PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, menyebut bahwa total jamaah yang diduga tertipu mencapai 2.500 dan kerugiannya bisa mencapai Rp100 miliar.

Hal ini, disampiakan salah satu korban bernama Anny Rofi Sulistyani yang seharusnya berangkat umrah bersama Hanania Group pada 21 Maret 2026. Awalnya, dia bercerita bahwa keberangkatannya dibatalkan oleh pihak travel pada 18 Maret 2026.

“Waktu itu saya ingat sekali Sekitar jam 8 malam itu pertama kali dicanle,” kata Anny saat konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

Dia mengatakan, dalam kelompoknya terdapat 44 orang. Sementara, total jamaah yang seharusnya berangkat pada bulan Syawal berjumlah 1.500 orang. Anny menuturkan, 1.000 di antaranya mengajukan pengembalian uang atau refund dengan total nilai Rp34 miliar.

“Ada sekitar 1000 orang yang mengajukan refund, dengan nominal refund Rp34 miliar, yang itu belum sampai 10 persen dibayarkan dari total Rp34 miliar tersebut. Terus kemudian sisanya sekitar 400 lebih jamaah itu lebih memilih untuk reschedule dengan berbagai alasan,” kata Anny.

Sementara, sejumlah jamaah lainnya yang dijanjikan untuk penggantian jadwal atau reschedule juga diminta melakukan pelunasan awal. Katanya, dengan total lebih dari 2.500 jamaah, perkiraan total kerugiannya mecapai Rp100 miliar.

“Nah kemudian ternyata dari total Jemaah Juni-Juli di luar yang di reschedule itu total sekitar 1300-1400 jemaah itu berarti mungkin total kerugiannya kalau boleh kita akumulasikan dari jemaah Syawal Rp50 miliar,” ujar Anny.

“Terus kemudian jemaah Juni-Juli sekitar 1.300-1.400 ditambah sampai dengan jemaah yang mungkin sudah DP sampai dengan Desember dengan harga paket estimasi paling murah Yang padahal Rp29,9 juta kita ambil rata-ratanya itu sekitar Rp35 juta mungkin kerugian totalnya adalah hampir sampai dengan Rp100 miliar,” tambah Anny.

Menurut Anny, jika dilihat dari aset yang dimiliki oleh PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, para korban meragukan kerugian dapat dikembalikan sepenuhnya.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, korban bernama Anna Luthfiah Rufaidah mengaku mengalami kerugian hingga Rp217 juta atas dugaan penipuan ini.

Baca Juga:Menkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 TriliunPulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka Suara

Dia bercerita mendapatkan pemberitahuan pembatalan keberangkatan pada 18 Maret 2026. Padahal, seharusnya dia berangkat umroh bersama empat orang keluarganya dan satu orang yang merupakan guru mengaji anaknya.

0 Komentar