KAPOLRES Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi bom bekas peninggalan Perang Dunia II, meledak hingga menyebabkan lima warga meninggal dunia dan tiga orang hilang, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.
Insiden meledaknya bom bekas PD II di sekitar Kompleks Perikanan Biak juga menyebabkan empat rumah rusak.
“Saat ini Polres Biak Numfor bersama Brimob Polda Papua, Kodim Biak Numfor, Satuan Polisi Pamongpraja dan Basarnas masih melakukan pencarian terhadap korban,” kata Ari, menukil Antara.
Kelima jenazah korban sudah dievakuasi dan berada di RSUD Biak.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Lokasi juga sudah dipasang garis polisi untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti masih adanya bom bekas PD II di sekitar TKP.
Pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan akan dilanjutkan Senin (1/6/2026) mengingat saat ini air laut sedang pasang atau naik.
“Saat ini anggota masih berjaga di sekitar TKP,” tutur Ari Trestiawan.
Sebagai informasi, tujuh puluh tahun silam, Pulau Biak menjadi tempat medan pertempuran Perang Dunia II antara kubu Jepang dengan Sekutu. Pulau ini menjadi saksi bisu konflik terbesar dan paling destruktif sepanjang sejarah.
Tak heran banyak peninggalan Perang Dunia II di Biak. Salah satunya adalah Situs Gua Binsari atau Gua Jepang yang menjadi medan pertempuran serdadu Jepang dan Sekutu. Gua alami ini dipakai sebagai tempat persembunyian, pusat logistik, dan pertahanan bagi tentara Jepang saat Perang Dunia II tahun 1943-1945.
Pasukan sekutu di bawah komando Jenderal McArthur menjatuhkan bom dan drum-drum bahan bakar pada 7 Juni 1944 di Gua Binsari. Sebanyak 3.000 prajurit Jepang tewas dan terkubur hidup-hidup di gua tersebut. Banyak sisa -sisa mortir, peluru, senjata, bangkai mobil, yang menjadi bukti dahsyatnya penyerangan di gua yang memiliki kedalaman sekitar 45 meter dan panjang 180 meter tersebut.
Selain itu terdapat tulang-belulang tentara Jepang yang tewas pada saat peristiwa pemboman. Tulang-tulang tersebut disimpan di dalam bangunan seluas 2 meter persegi. Tengkorak, tulang kaki tangan masih utuh.
