PERGERAKAN bursa saham Eropa ditutup cenderung melemah pada perdagangan Kamis 29 Mei 2026 waktu setempat, meski sempat bangkit pada sesi sebelumnya setelah muncul sinyal potensi kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Investor masih berhati-hati mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah yang memicu volatilitas tajam di pasar energi dan obligasi global.
Indeks Euro STOXX 50 turun 0,3 persen ke level 6.055, sementara STOXX 600 melemah 0,5 persen ke posisi 625.
Baca Juga:Marketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata MendagKemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi Denmark
Sentimen pasar sempat membaik setelah laporan menyebutkan AS dan Iran hampir mencapai nota kesepahaman selama 60 hari guna memperpanjang gencatan senjata serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut menekan harga energi dan imbal hasil obligasi pemerintah.
Di Jerman, indeks DAX 40 turun 0,3 persen ke level 25.103 seiring sikap wait and see investor terhadap dinamika Timur Tengah.
Siemens Energy memimpin pelemahan dengan turun 3,9 persen, disusul Munchener Ruck, Beiersdorf, Hannover Ruck, dan Allianz. Sebaliknya, saham pertahanan seperti Rheinmetall, Renk, dan Hensoldt menguat lebih dari 4 persen, didorong meningkatnya permintaan sektor militer. Saham teknologi SAP dan Infineon juga menguat berkat sentimen positif AI.
Berbeda dengan mayoritas bursa Eropa, indeks FTSE MIB Italia justru naik 0,5 persen ke level 49.825. Penguatan ditopang sektor energi, industri, dan barang mewah. Saham Ferrari melonjak 3,5 persen setelah manajemen mempertahankan prospek positif kendaraan listrik Luce EV.
Sementara itu, indeks FTSE 100 London turun 0,7 persen, mengakhiri tren kenaikan delapan sesi berturut-turut. Pelemahan dipimpin saham perbankan, kesehatan, dan utilitas. HSBC, Lloyds, dan Barclays terkoreksi, sedangkan AstraZeneca dan GSK ikut tertekan.
Saham utilitas menjadi sektor terburuk setelah SSE memperingatkan target energi terbarukan 2030 berisiko tidak tercapai. Meski demikian, saham energi dan pertahanan masih mampu menguat, termasuk Shell, BP, BAE Systems, hingga Babcock.
Di Prancis, indeks CAC 40 turun 0,2 persen ke level 8.190 akibat meningkatnya kekhawatiran stagflasi setelah harga minyak kembali naik. Saham keuangan seperti BNP Paribas dan AXA menjadi penekan utama indeks, bersama Sanofi dan Schneider Electric.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
Namun, saham industri seperti Airbus dan Safran berhasil mencatat penguatan di tengah meningkatnya permintaan sektor pertahanan dan penerbangan.
