KEMUNCULAN sosok yang menyerupai pocong yang berkeliaran di malam hari menghebohkan dunia maya di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Sosok berbalut kain putih itu dikabarkan mengetuk pintu hingga jendela rumah warga dan memicu keresahan masyarakat.
Isu tersebut ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Kecamatan Padalarang dan Ngamprah. Sejumlah warga bahkan mengaku melihat sosok menyerupai pocong berpindah dari satu rumah ke rumah lain sambil menggedor pintu.
Keresahan warga makin meluas setelah foto dan videopenampakan pocong beredar luas di media sosial. Namun belakangan diketahui, rekaman tersebut ternyata bukan kejadian nyata.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
Video dan foto yang sempat viral itu ternyata dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pengakuan dari pembuat sekaligus penyebar video pun kini telah beredar di media sosial.
Hal itu dipastikan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait kebenaran video dan foto aksi pocong yang meresahkan warga. Polisi sudah mengamankan lima orang remaja yang membuat atau merekayasa kemunculan pocong menggunakan teknologi.
“Itu dipastikan hoax. Kami sudah amankan lima orang pemuda, mereka merekayasa seolah-olah pocong itu ada kemudian viral dan meresahkan masyarakat,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara. Selasa (26/2026).
Hasil keterangan dari kelima pemuda yang diamankan itu, mereka sengaja merekayasa video dan foto kemunculan pocong itu menggunakan teknologi AI. Namun mereka tak menyangka ulah tersebut akan menimbulkan keresahan yang nyata bagi masyarakat.
Motif dari kelima pemuda itu ingin melakukan lelucon praktis atau trik (prank) kepada orang tuanya dan konsumsi pribadi. Namun foto dan video editan tersebut malah tersebar melalui WhatsApp Grup warga.
Kelima pria tersebut kemudian dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari. Polisi pun meminta masyarakat tidak resah namun tetap waspada.
“Iya motifnya mah cari sensasi aja. Kami sudah lalukan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar yang bersangkutan tidak melakukan hal serupa,” kata Teguh.
