Sempat Dicegah Keluarga, Thoudy Badai Tetap Gabung Armada Global Sumud

Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. youtube/Global Sumud Flotilla
Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. (youtube/Global Sumud Flotilla)
0 Komentar

IBU dari jurnalis Republika, Thoudy Badai, Hani Hanifa Humanisa (56), mengungkapkan kontak terakhir dengan anaknya sebelum dilaporkan telah ditawan oleh tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.

Hani mengatakan komunikasi terakhir Thoudy kepada keluarga terjadi pada Senin (18/5/2026) pukul 02.19 WIB, saat anaknya berada di perairan internasional dalam perjalanan dari Marmaris menuju Gaza.

“Itu kami masih kontak sampai terakhir kemarin hari Senin jam 02.19 WIB dan dia kirim pesan mengabarkan sudah sampai di perairan internasional yang berarti harusnya sudah aman,” ujar Hani di Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026) dilansir dari Antara.

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Menurut dia, komunikasi selama perjalanan dilakukan secara terbatas dan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai kondisi di lapangan.

“Tidak terlalu sering komunikasi, paling kalau momen-momen tertentu saja. Biasanya kalau tukar sif atau kita tanya kondisi, ya hal-hal teknis seperti makan di mana atau lagi di mana,” katanya.

Keluarga Sempat Tak Berikan Izin Berangkat ke Gaza

Hani menjelaskan pihak keluarga telah melakukan diskusi panjang terkait risiko yang mungkin dihadapi dalam misi tersebut sebelum keberangkatan, termasuk kemungkinan terburuk yang telah disampaikan sejak awal.

“Kami sudah ngobrol panjang dengan Odi (Thoudy Badai). Saya tanya kondisi secara umum gimana, terus risikonya gimana, risiko yang paling jeleknya itu bagaimana. Kami sudah tahu kondisi di sana,” ujarnya.

Ia menuturkan pada awalnya sempat tidak memberikan izin saat Thoudy mengikuti pelatihan di Tunisia untuk persiapan ke Gaza, tetapi kemudian memberikan izin setelah melihat keyakinan dan kesiapan anaknya.

“Saat itu saya tidak kasih izin karena kekhawatiran yang sangat mendalam. Namun saya melihat ada passion (semangat) Odi sehingga jadi diizinkan,” katanya.

Hani juga menyebut keputusan mengizinkan keberangkatan diambil setelah anaknya menyampaikan tingkat keyakinan untuk mengikuti misi tersebut.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa keluarga memahami kompleksitas situasi di lapangan dan menyerahkan kepercayaan penanganan kepulangan anaknya kepada Pemerintah Indonesia.

“Kami menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan jajaran terkait, yang kami yakini tengah bekerja melalui jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan dan pemulangan relawan,” ucapnya.

0 Komentar