Konvoi sipil ini diisi oleh berbagai kalangan profesional, mulai dari dokter, pengacara, jurnalis, hingga aktivis internasional, bersama dengan jajaran anggota dewan kampanye seperti Samira Akdeniz Ordu, Iman Makhloufi, Said Abu Kishk, Ko Tinmuang, dan Natalia Maria.
Pelayaran kemanusiaan ini dilakukan hanya berselang beberapa minggu setelah operasi serupa oleh militer Israel di perairan internasional dekat Kreta pada 29 April lalu.
Dalam insiden sebelumnya itu, pasukan Israel menyita sejumlah kapal dan menahan para aktivis yang berpartisipasi.
Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar
Armada Global Sumud sendiri merupakan bagian dari gerakan perlawanan sipil internasional berskala besar untuk menantang blokade Israel terhadap Gaza yang telah diberlakukan sejak tahun 2007 silam.
Jurnalis WNI
Di antara penumpang dalam Global Sumud Flotila itu terdapat dua jurnalis warga negara Indonesia (WNI). Bambang Noroyono dan Thoudy Badai diyakini saat ini dalam sekapan pasukan Israel (IDF).
Bambang telah mengirimkan video tanda ditangkap oleh pasukan zionis Israel. Hingga saat ini masih belum diketahui kabar selanjutnya dari kedua jurnalis dari media Republika itu .
