Ketegangan Geopolitik Memanas, Pemasok Senjata AS Keluarkan Peringatan Serius

CEO Anthropic Dario Amodei (Bhawika Chhabra/REUTERS)
CEO Anthropic Dario Amodei (Bhawika Chhabra/REUTERS)
0 Komentar

ANTHROPIC akhir-akhir ini kerap menjadi ‘langganan’ headline berita. Pemasok ‘senjata canggih’ berupa tool kecerdasan buatan (AI) untuk militer AS itu jadi sorotan setelah berani melawan pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Alhasil, Anthropic ‘ditendang’ dan dimasukkan ke daftar risiko rantai pasokan. Tak berhenti sampai di situ, Anthropic kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan model terbaru bernama Mythos.

Banyak negara langsung waswas dengan kecanggihan Mythos yang dikatakan bisa mengetahui kerentanan sistem secara cepat, sehingga memungkinkan eksploitasi dari oknum penjahat siber.

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

Terbaru, Anthropic meminta perusahaan-perusahaan AI besar untuk menunda pengembangan AI lebih lanjut. Anthropic memperingatkan petaka besar yang bisa dihadapi dunia.

Menurut perusahaan, teknologi AI berkembang terlalu cepat. Jika diteruskan, bisa jadi AI akan meningkat lebih cepat ketimbang kemampua masyarakat untuk menanggulangi dampak risikonya, dikutip dari Reuters, Senin (8/6/2026).

Pencipta Claude mengatakan bahwa kemampuan AI untuk menyelesaikan tugas sendiri telah berlipat ganda kira-kira setiap empat bulan dan sedang menuju “peningkatan diri rekursif”, yaitu titik di mana teknologi dapat berkembang tanpa campur tangan manusia.

“Ketika sistem [AI] sudah mampu membangun penerusnya secara penuh, cara kita mengamankan mereka, mengawasi mereka, dan membentuk perilaku mereka jadi jauh lebih penting,” kata Anthropic dalam unggahan blog-nya.

Menurut perusahaan, penundaan dalam mengembangkan AI akan memungkinkan masyarakat lebih siap menghadapi implikasi yang lebih besar di masa depan.

“Kita belum sampai di sana, dan peningkatan diri AI secara rekursif bukanlah sesuatu yang pasti. Tetapi hal itu bisa terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan oleh sebagian besar institusi,” tulis salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark, dan pimpinan Anthropic Institute, Marina Favaro, dalam unggahan tersebut.

Kekhawatiran bahwa sistem AI canggih dapat lepas dari kendali manusia dan menyebabkan kerusakan sosial telah meningkat seiring dengan makin canggihnya teknologi ini.

Baca Juga:Menkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 TriliunPulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka Suara

Model Mythos milik Anthropic sendiri telah mengguncang berbagai industri termasuk perbankan dan software pada awal tahun ini dengan kemampuannya untuk menemukan kerentanan dalam kode yang ada.

Sayangnya, regulasi yang ada saat ini masih sangat lambat, terutama di AS sebagai ‘rumah’ bagi raksasa teknologi pengembang AI terkemuka.

0 Komentar