SEBANYAK sembilan WNI termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai hilang kontak menyusul pembajakan kapal-kapal Global Sumud Flotilla oleh tentara Israel.
Bagaimana kronologis keberangkatan tersebut?
Kamis, 14 Mei 2026
Sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat, Armada kemanusian Global Sumud Flotilla mulai melanjutkan pelayaran menembus blokade Gaza, Palestina. Sebanyak 54 kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan itu angkat jangkar serempak dari Albatros Marina, Pelabuhan Albatros, Turki.
Sembilan WNI yang difasilitasi Global Peace Convoi Indonesia (GPCI) ikut serta dalam pelayaran tersebut. Diantaranya Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa yang naik kapal Zefiro. Kemudian Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki Kapal Josef.
Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar
Kemudian Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso dan Hendro Prasetyo dari SMART !71 di kapal Kasr-1. Selanjutnya Bambang Noroyono dari Republika di Kapal BoraLize.
Sedangkan di Kapal Ozgurluk Thoudy Badai (Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), dan Rahendro herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, Berita1, CNN.
Sabtu, 16 Mei 2026
Panitia Global Sumud Flotilla mengumumkan armada kemanusiaan menuju Gaza untuk sementara melakukan dua persinggahan teknis. Ini guna menangani sejumlah kebutuhan mendesak pada kapal-kapal mereka.
Dalam pernyataan resminya, tim komunikasi Global Sumud Flotilla menyebut penghentian sementara itu dilakukan untuk memperbaiki perangkat Starlink, mesin kapal, serta sistem rigging atau penyangga layar kapal.
Sementara kelompok kedua, yang terdiri atas kapal-kapal lainnya, menuju perairan Turki untuk membantu perbaikan sistem riggingdan mesin kapal Girolama.
Ahad, 17 Mei 2026
Dua hari tertahan akibat angin kencang dan ombak tinggi, seluruh kapal kemanusiam Global Sumud Flotilla (GSF) melanjutkan pelayaran. Sebanyak 54 armada berkumpul dan angkat jangkar serempak di Teluk Andrasa, Antalya, Turki. Seluruh kapal-kapal melanjutkan pelayaran sekitar Pukul 09.05 waktu Turki.
Senin, 18 Mei 2026
Pada Senin pagi, kapal-kapal Armada Global Sumud tiba di perairan Siprus, sekitar 300 mil laut dari Gaza. Tak lama kemudian panitia Global Sumud Flotilla melansir protokol intersepsi telah diaktifkan menyusul adanya pergerakan kapal-kapal yang dianggap mencurigakan di sekitar armada.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Pihak pasukan penjajah Israel (IDF) dilaporkan mulai melakukan intersepsi terhadap armada Global Sumud yang sedang bergerak pada sekitar pukul 11.00 waktu Turki. Intersepsi dilakukan di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza. Menyusul perkembangan tersebut, berbagai komunikasi diplomatik mendesak serta langkah hukum kini tengah ditempuh.
