Saat itu, jurnalis Republika Bambang Noroyono mengirimkan video yang menunjukkan kapal tempur Israel terlihat dari kapalnya, Boralize. Ia kemudian mengirimkan video SOS sesuai protokol menjelang kemungkinan intersepsi dan penangkapan dan akhirnya hilang kontak.
Thoudy Badai juga hilang kontak pada waktu yang hampir bersamaan. Demikian juga semua WNI yang menyertai Armada Global Sumud.
