HUBUNGAN antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mulai mengalami keretakan serius di tengah perang yang terus memanas dengan Iran.
Meski di depan publik kedua pemimpin masih berusaha menunjukkan hubungan yang solid dan penuh koordinasi, berbagai laporan menyebut situasi sebenarnya jauh lebih rumit.
Surat kabar The Guardian dalam laporannya dikutip Aljazeera,Senin (11/5/2026), dari Yerusalem mengungkap bahwa di balik pernyataan-pernyataan diplomatik yang tampak harmonis, justru berkembang ketidakpercayaan dan perbedaan pandangan politik antara Washington dan Tel Aviv.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Koresponden The Guardian, Julian Borger, menulis bahwa Netanyahu terlihat semakin sering menegaskan kedekatannya dengan Trump. Namun bagi banyak pengamat Israel, sikap itu justru memunculkan pertanyaan besar mengenai kondisi hubungan keduanya yang sesungguhnya.
Kecurigaan tersebut semakin menguat setelah muncul bocoran bahwa Israel tidak lagi dilibatkan dalam sejumlah pembahasan penting Amerika Serikat terkait perang dan jalur negosiasi tidak langsung dengan Iran yang dimediasi Pakistan.
Laporan itu juga menyoroti hubungan panjang Netanyahu dan Trump yang dibangun di atas kesamaan politik dan ideologi. Keduanya dikenal sama-sama menggunakan pendekatan populis untuk memperkuat posisi politik domestik mereka.
Menurut Borger, Netanyahu selama bertahun-tahun berusaha meyakinkan para presiden Amerika Serikat agar mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Ia bahkan disebut memiliki peran besar dalam mendorong Trump keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015 yang disepakati pada masa pemerintahan Barack Obama.
Keputusan keluarnya Amerika dari perjanjian tersebut pada 2018 dinilai menjadi titik penting yang mempercepat perkembangan program nuklir Iran.
Sejak saat itu, Iran disebut meningkatkan pengayaan uranium dalam jumlah besar, yang pada akhirnya memicu ketegangan baru di kawasan.
Perhitungan yang dinilai keliru
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
Artikel tersebut mengutip mantan diplomat Israel, Alon Pinkas, yang menyebut Netanyahu berhasil meyakinkan Trump bahwa pemerintahan Iran berada di ambang keruntuhan.
Trump disebut diyakinkan bahwa ekonomi Iran melemah, rakyat siap memberontak, dan Garda Revolusi mulai kehilangan kendali. Bahkan Kepala Mossad David Barnea disebut ikut memperkuat keyakinan itu dengan menggambarkan Iran sebagai “buah matang yang siap jatuh.”
