KETUA DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas usai ditikam pria bernama Hendrikus Rahayaan (28) dan Finansius Ulukyanan (36). Nus Kei ditikam di bagian dada kanan dan kiri, leher kiri serta tulang belakang.
Peristiwa itu terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026) pukul 11.30 WIT. Kala itu, Nus Kei baru saja mendarat usai melakukan perjalanan udara dari Jakarta.
“Telah terjadi penikaman terhadap Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei mengakibatkan meninggal. Terdapat (empat luka tikaman) di dada, leher dan tulang belakang,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Rositah menuturkan kejadian itu berawal pukul 11.25 WIT, korban Nus kei yang keluar dari pesawat. Korban kemudian menuju Pintu keluar bandara.
“Namun, tiba-tiba kedua pelaku (Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan) mengenakan sweter hitam lalu menikam korban dengan sebilah pisau. (Korban ditikam) mengenai rusuk kanan dan dada,” jelasnya.
Nus Kei kemudian jatuh tersungkur ke tanah. Keluarganya lalu mengevakuasi korban ke RS Karel Sadsuitubun dan tiba pukul 12.00 WIT.
“Keluarga yang juga berada di bandara untuk menjemput korban selanjutnya membawa korban ke rumah sakit. Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” bebernya.
Pelaku Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan usai menikam Nus Kei langsung kabur. Namun tak lebih dari 2 jam, kedua pelaku berhasil ditangkap.
“Pelaku yang melakukan penikaman langsung melarikan diri sehingga tidak dimonitor oleh petugas pengamanan bandara. Tapi tak lebih dari 2 jam usai kejadian, kedua pelaku ditangkap,” imbuhnya.
Kedua pelaku kini telah diterbangkan ke Ambon memakai pesawat komersil dari Maluku Tenggara, Senin (20/4). Rositah mengatakan pelaku lalu diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Maluku.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
“Tetap ditangani Polres Maluku Tenggara, Polda Maluku hanya mempermudah penanganan kasus. Usai diperiksa, kedua pelaku ditahan di Rutan Mapolda Maluku,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi menyelidiki dugaan pembunuhan berencana terhadap Nus Kei. Sebanyak 6 saksi termasuk dua pelaku bernama Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan turut diperiksa.
