Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 70 Ribu Siswa yang Tak Lolos Negeri

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
0 Komentar

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat berkomitmen menyediakan pembiayaan bagi 70 ribu siswa SMA dan SMK yang harus melanjutkan belajar di sekolah swasta. Mereka akan diarahkan ke sekolah yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat.

“Berdasarkan data yang sudah masuk dalam Pemetaan Calon Murid Baru 2026/2027, total ada 444 ribu calon siswa SMA dan SMK di Jawa Barat. Diperhitungkan sekitar 70 ribu di antaranya yang belum bisa tertampung di sekolah negeri,” ungkap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Untuk itu, Pemprov Jabar sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta. Mereka akan menampung para siswa yang tidak diterima di sekolah negeri itu.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Biaya untuk mereka, lanjut KDM, akan ditanggung Pemprov Jawa Barat. Orang tua tidak perlu mengeluarkan dana lagi.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir untuk meringankan beban orangtua. Pendidikan merupakan kewajiban negara. Siswa, baik yang sekolah di negeri maupun swasta mendapat jaminan pembiayaan dari pemerintah,” tegasnya.

Sampai saat ini, kerja sama sudah dilakukan Pemprov Jabar dengan sejumlah sekolah. Total sekolah-sekolah tersebut menyediakan 4.510 bangku.

“Kerja sama kita lakukan dengan sekolah menengah ke bawah, sesuai aturan pemerintah. Untuk sekolah swasta elit dengan biaya tinggi, kita tidak lakukan kerja sama,” tandasnya.

KDM memastikan kerja sama akan terus dilakukan dengan sekolah swasta lainnya. Targetnya seluruh siswa yang berjumlah 70 ribu bisa tetap sekolah di sekolah swasta dengan biaya ditanggung Pemprov Jabar.

Untuk persiapan program ini, Pemprov Jabar diperhitungkan harus mengeluarkan anggaran sebesar total Rp171 miliar untuk satu tahun. Setiap anak mendapat bantuan pembiayaan Rp100 ribu per bulan dan uang bangunan sebesar R1,5 juta atau total Rp2,7 juta per tahun.

0 Komentar