KEMENTERIAN Luar Negeri melalui KBRI Tokyo telah menerima informasi terkait adanya peringatan bencana tsunami di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido pascagempa bumi di pesisir Sanriku pada Senin, 20 April 2026, pukul 16.52 waktu setempat.
Dalam peringatan otoritas Jepang, gempa bumi magnitudo 7,4 itu berpotensi memicu gelombang tsunami hingga setinggi tiga meter.
“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa,” ucap Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah dalam keterangan tertulis kepada awak media.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Untuk itu, KBRI sedang dan terus lakukan komunikasi lebih lanjut dengan simpul-simpul masyarakat, khususnya di Prefektur Aomori dan Iwate,” sambungnya.
Heni mengimbau para WNI yang berada di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido untuk terus memonitor dari dekat peringatan tsunami dan melakukan upaya-upaya sesuai dengan imbauan dari Pemerintah Setempat.
Dalam keadaan darurat, para WNI di wilayah terdampak gempa di Jepang dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo melalui +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.
