OJK Cirebon Gelar Evaluasi Kinerja BPR 2025, Tekankan Penguatan Aset dan Penyelesaian Kredit Bermasalah

OJK Cirebon gelar Evaluasi Kinerja BPR Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas aset pro
OJK Cirebon gelar Evaluasi Kinerja BPR Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas aset produktif dan mendorong penyelesaian kredit bermasalah di wilayah Ciayumajakuning. (Roni)
0 Komentar

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar Evaluasi Kinerja BPR Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas aset produktif dan mendorong penyelesaian kredit bermasalah di wilayah Ciayumajakuning. Kegiatan ini menghadirkan seluruh jajaran Direksi, Komisaris, dan pimpinan BPR guna memperkuat tata kelola dan ketahanan industri perbankan daerah.

Kegiatan ini mengusung tema “Strategi untuk Mendorong Perbaikan Kualitas Aset Produktif melalui Penyelesaian Kredit Bermasalah dengan Cara Pelaksanaan Lelang Agunan dan Mekanisme Gugatan”, ini menjadi forum penting untuk penguatan sektor BPR di tingkat Regional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Bapak Darwisman, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, Ketua Perbarindo Komisariat Cirebon, Agus Suprayitno, serta seluruh Direksi, Komisaris, dan jajaran pimpinan BPR se-Ciayumajakuning.

Baca Juga:Pemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 MiliarKetika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah Menjawabnya

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat industri BPR sebagai pilar penting pembiayaan UMKM dan penggerak ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan pentingnya tata kelola yang sehat dan kualitas aset yang terjaga agar BPR dapat terus tumbuh berkelanjutan di tengah tantangan dan dinamika ekonomi. Penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi fokus utama, mengingat BPR memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di tingkat regional.

“BPR sekarang dihadapkan dengan ekosistem perbankan yang serba digital. Oleh karenanya, apabila kita tidak adaptif, kita tidak mau berusaha untuk bertransformasi menjadi perbankan yang ideal maka kita akan tertinggal. Tantangan BPR ke depan semakin berat, dan OJK akan senantiasa melaksanakan pembinaan, pengawasan, dan pendampingan secara optimal dengan mengedepankan sikap humanis demi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan,” tegas Agus Muntholib, (11/12/2025).

Kantor OJK Cirebon menekankan bahwa penguatan kualitas aset produktif tidak hanya membutuhkan pengelolaan internal yang baik, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap mekanisme penyelesaian kredit bermasalah, termasuk pelaksanaan lelang agunan melalui KPKNL dan penanganan sengketa melalui jalur gugatan apabila diperlukan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Bapak Darwisman pada kesempatan yang sama mengapresiasi kinerja BPR di wilayah Ciayumajakuning yang terlihat lebih menguat dibandingkan kinerja BPR BPRS secara Nasional dan Regional.

0 Komentar