Ban Serep Bocor

Ban Serep Bocor
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
0 Komentar

Seorang pengamat parlemen malah berkata DPR sekarang lebih cocok disebut Dewan Perwakilan Penguasa. Kejam. Tapi saya tidak melihat ada yang buru-buru membantah. Mungkin sedang sibuk.

Dua Kubu, Satu Perkara

Kubu pendukung pemakzulan berkata: kalau tiket masuknya bermasalah, ya jangan dibiarkan hanya karena sudah terlanjur duduk.

Kubu penolak berkata: pemakzulan bukan tempat melampiaskan rasa tidak suka. UUD hanya menyebut pelanggaran tertentu. Pemilu sudah digelar, rakyat sudah memilih.

Baca Juga:Moskow Bantah Keras Isu Wabah Pes Tewaskan Teknisi Lab Siberia, Amerika Serikat Ikut PantauTerungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan Ijazah

Saya menimbang-nimbang keduanya, dan akhirnya sampai pada kesimpulan yang sangat ilmiah: keduanya punya alasan, dan keduanya juga punya kepentingan.

Pakar hukum UGM bilang pemakzulan harus berdiri di atas pembuktian hukum, bukan gelombang ketidakpuasan. Ini nasihat paling waras yang saya baca minggu ini. Sayang nasihat waras jarang jadi trending.

Pertanyaan yang Tidak Ada yang Berani Tanya

Satu hal lagi. Kalau misalnya, hanya misalnya, Gibran benar-benar lengser, siapa penggantinya?

Tidak ada yang menjawab. Semua mendadak tertarik pada hal lain. Ada yang mengecek sepatu, ada yang membetulkan dasi.

Dan Presiden Prabowo? Beliau tidak banyak bicara. Dalam politik, diam itu bukan kosong. Diam itu kalimat paling panjang yang tidak perlu ditulis.

Akhirnya wacana ini seperti kucing kampung di warung. Kadang muncul, mengeong keras, semua menoleh. Lalu hilang lagi ke kolong meja. Besok muncul lagi, sebelum orang sempat lupa.

Teman saya yang ban serepnya salah ukuran itu akhirnya ganti mobil. Soal pelajaran dari kisahnya, silakan Anda simpulkan sendiri.

Yang jelas, sebelum bepergian jauh, periksa dulu bagasi Anda.

Penulis: Bondhan W

0 Komentar