APBN Tekor Rp 319 Triliun hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan Suahasil Nazara

APBN Tekor Rp 319 Triliun hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan Suahasil Nazara
Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, memimpin konferensi pers APBN KITA, Jumat (18/9/2026). (Foto: Kemenkeu)
0 Komentar

MENTERI Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit atau tekor sebesar Rp 319 triliun hingga akhir September 2026. Angka tersebut setara dengan 1,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Suahasil menjelaskan bahwa APBN memang dirancang sejak awal untuk mengalami defisit. Hal tersebut sengaja dilakukan guna mengakselerasi belanja negara agar bisa lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang dikumpulkan dari masyarakat.

“Defisit APBN di angka Rp 319,0 triliun dan defisit 1,24% dari PDB. Memang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit, artinya kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat, pendapatan negara,” ujar Suahasil dalam sambutannya di acara Investor Daily Summit di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga:Moskow Bantah Keras Isu Wabah Pes Tewaskan Teknisi Lab Siberia, Amerika Serikat Ikut PantauTerungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan Ijazah

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kredibilitas APBN. Pemerintah juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat melalui instrumen negara ini.

“Angka-angkanya kita jaga sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini adalah APBN yang mengumpulkan uang dari rakyat namun juga belanjanya kembali lagi kepada masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Pendapatan dan Belanja Negara Masih On Track

Sementara itu, Suahasil memaparkan bahwa pendapatan negara hingga akhir September 2026 telah mencapai Rp 2.341,5 triliun, atau sekitar 74,2% dari target tahun ini.

Adapun dari sisi belanja negara tercatat mencapai Rp 2.660,5 triliun atau 69% dari target pemerintah hingga periode akhir September 2026.

“Rp 2.341,5 triliun, 74,2% dari target. Akhir September itu adalah 3/4 tahun, jadi kalau pendapatan sudah terkumpul 74%, artinya on track,” jelas Suahasil.

“Belanja negara sudah dibelanjakan Rp 2.660,5 triliun, ini adalah 69% relatively on track. Tentu nanti akan ada percepatan belanja terutama di bulan November dan di bulan Desember,” pungkasnya.

0 Komentar