KEHADIRAN sejumlah kapal perang Angkatan Laut Rusia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menarik perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Detasemen kapal Armada Pasifik Rusia yang terdiri dari kapal frigate RFS Marshal Shaposhnikov, kapal tanker Pechenga, dan kapal destroyer Admiral Tributs bersandar di Indonesia sejak 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Komandan detasemen kapal Armada Pasifik Rusia, Laksamana Muda Evgeny Myasoedov, menjelaskan bahwa kunjungan ini murni bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM
“Agenda kami tidak hanya mencakup unjuk kemampuan kapal bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga pertukaran profesional dengan personel angkatan laut, kegiatan budaya, serta pengenalan terhadap berbagai objek wisata dan tradisi,” ujar Myasoedov, Sabtu (3/10/2026).
Antusiasme Publik Lewat ‘Open Ship Day’
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, delegasi Rusia menggelar acara Open Ship Day bagi masyarakat umum pada 2 Oktober lalu. Myasoedov mengaku terkejut sekaligus takjub dengan tingginya antusiasme warga Indonesia yang memadati area kapal untuk melihat dari dekat armada tempur tersebut.
Dalam keterangannya, ia turut mengutip pandangan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa wilayah perairan Samudra Pasifik berfungsi untuk menyatukan, bukan memisahkan antar-negara, yang sejalan dengan misi damai kedatangan mereka.
Penegasan Duta Besar Rusia
Senada dengan hal tersebut, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa pengembangan kekuatan maritim negaranya tidak dimaksudkan untuk memicu perlombaan senjata di kawasan Pasifik atau mengancam pihak mana pun.
“Kami mengembangkan Angkatan Laut Rusia bukan untuk melawan negara mana pun, bukan pula untuk terlibat dalam kompetisi atau perlombaan senjata di kawasan Pasifik ini, melainkan untuk menjamin pertahanan negara kami—Federasi Rusia—serta mendorong kerja sama yang bersahabat dengan para sahabat kami,” tegas Tolchenov.
Dubes Tolchenov juga membuka peluang partisipasi kapal perang Rusia dalam latihan maritim multilateral di Indonesia di masa mendatang, seperti Latihan Multilateral Komodo, apabila mendapat undangan resmi.
Setelah merampungkan agenda kunjungan persahabatan selama hampir sepekan di Jakarta—yang dimulai dari pelayaran 20 hari dari Vladivostok—detasemen kapal Armada Pasifik Rusia ini dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju George Town, Malaysia.
