“Tapi, tidak pada status tamat atau tidak?” tanya Saldi lagi.
“Iya, status mengenai tamat atau tidaknya kami lihat dari transkrip nilai yang kami terima,” jawab Taufiq.
“Oke. Tapi, tidak ada ijazahnya, kan?” tanya Saldi mendalami.
“Pada saat pengajuan tidak ada, Yang Mulia,” jawab Taufiq.
“Pada saat pengajuan tidak ada ijazahnya?” lanjut Saldi.
“Tidak ada bentuk lainnya, maksudnya,” jawab Taufiq.
“Tidak ada bentuk lain dari, mohon maaf, tidak ada bentuk lain yang disampaikan ke bapak dari pemohon, yang disampaikan hanya Certificate of Attendance ini, ya?” tambah Saldi.
“Iya, dan juga transkrip,” jawab Taufiq.
Dalam persidangan hari ini, MK juga meminta Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura untuk memberikan keterangan.
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Saksi hadir secara daring itu menyatakan Atase Pendidikan KBRI Singapura dan Australia tidak memiliki arsip atau dokumen yang menunjukkan Gibran pernah bersekolah di Singapura maupun Australia.
Syarat pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wakil Presiden di Pilpres 2024 tengah digugat ke MK.
Bertindak sebagai Pemohon adalah Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Partai Ummat, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, enam warga yang tergabung dalam Forum Purnawirawan Prajurit TNI, M Subhan, Bonatua Silalahi, dan Tiurma M.S. Sihombing.
Denny Indrayana menjelaskan bentuk dokumen yang menjadi syarat pencalonan Gibran hanya keterangan penyetaraan, bukan bukti kelulusan atau ijazah.
“Dokumen yang tersedia hanya berupa surat keterangan penyetaraan pendidikan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Denny dalam keterangannya, Rabu (30/9).
Menurut Denny, surat keterangan yang diserahkan ke KPU sebagai syarat pencalonan, menyatakan Gibran bersekolah di UTS Insearch, Sydney, Australia.
Surat itu menyatakan pendidikan Gibran setara Grade 12 atau kelas 12 SMA dan setara dengan SMK peminatan Akuntansi.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Ia bilang surat tak menunjukkan keterangan yang bersangkutan telah lulus dari sekolah tersebut.
“Surat ini tidak pernah dimunculkan secara resmi. Surat itu baru didapatkan setelah ada kawan yang namanya Bonatua Silalahi minta ke kementerian,” ucap Denny.
