“Once, saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” tambah Purbaya.
Sadar jika publik banyak yang tidak terima dengan apa yang dikatakannya, Purbaya pun mengklarifikasi.
“Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf. Intinya, semakin cepat ekonomi pulih, semakin banyak lapangan kerja tercipta. Itu yang kita kejar,” terang Purbaya pada 9 September 2025.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
“Kalau saya salah, saya perbaiki. Tapi jelas maksud saya bukan membiarkan rakyat susah. Justru bagaimana semuanya bisa lebih mudah mendapat pekerjaan dan masyarakat sejahtera bersama. Itu tujuan utama,” katanya. urainya.
Purbaya kala itu juga menilai jika strategi percepatan ekonomi bisa memicu inflasi.
“Kita punya potensi di kisaran 6,5 sampai 6,7 persen. Jadi masih jauh kalau mau bilang akan terjadi demand pull inflation. Belanja atau defisit APBN tidak otomatis menyebabkan inflasi,” katanya.
Pernyataan Suahasil usai Dilantik Jadi Menkeu
Suahasil yang dilantik pada 14 September 2026 memberikan penekanan yang lebih kuat pada kesinambungan, kesehatan, dan kredibilitas keuangan negara.
Suahasil menyebut arahan Presiden Prabowo kepadanya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN agar tetap mampu membiayai program prioritas pemerintah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.
“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya,” ujarnya.
Ia juga memastikan defisit APBN tetap di bawah 3 persen terhadap PDB dan menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan menggunakan belanja yang tersedia untuk menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?
“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang output yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Posisi Suahasil saat ditunjuk sebagai Menkeu tentu berbeda dengan saat Purbaya dulu. Suahasil bukan orang baru di Kementerian Keuangan. Sebelum menjadi menkeu, ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019, termasuk mendampingi Sri Mulyani dan kemudian Purbaya.
