PRESIDEN Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9).
Suahasil dilantik sebagai Bendahara Negara untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97p Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Usai dilantik, Suahasil mengatakan Prabowo memberikan arahan untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.
Ia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus tetap sehat dan kredibel sekaligus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah.
“APBN itu harus dapat dipercaya. Dan untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia,” ujar Suahasil usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Ia juga menyebut pergantian posisi menkeu bukan sebagai perubahan besar, melainkan kelanjutan pekerjaan yang selama ini dilakukan Kementerian Keuangan. Suahasil mengatakan proses transisi akan dikoordinasikan dan pekerjaan kementerian akan dilanjutkan seperti biasa.
Berikut pernyataan lengkap Suahasil Nazara usai dilantik sebagai menteri keuangan:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teman-teman media yang saya banggakan, semuanya tadi kita telah mengikuti acara pelantikan dan Bapak Presiden tadi melantik saya sebagai menteri keuangan pada Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Nah, tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden dan dari negara Republik Indonesia kepada saya dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut dan semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden.
Pertanyaan mengenai proses saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini. Seperti itu.
Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?
Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut.
Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya.
