Update Pencarian Kru Jurnalis di Selat Sunda: Ditemukan Pelampung Bertuliskan KM Samudera Pratama

Pelampung yang ditemukan Tim SAR Gabungan dalam operasi SAR lima jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di
Pelampung yang ditemukan Tim SAR Gabungan dalam operasi SAR lima jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Minggu (13/9/2026). (Foto: Dok TNI AL)
0 Komentar

TNI AL bersama Tim SAR, menemukan pelampung berwarna oranye bertuliskan KM Samudera Pratama, dalam operasi SAR lima jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).

Benda tersebut ditemukan di perairan sebelah barat Cikoneng, tepatnya pada titik koordinat 06°01’59” S–105°52’49” T.

“Pada pukul 09.30 WIB, KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten berhasil menemukan satu buah life jacket berwarna oranye bertuliskan KM. Samudera Pratama,” tulis keterangan TNI AL.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi unsur armada pencari untuk memperketat titik penyisiran di sekitar lokasi penemuan. Selain memfokuskan penyisiran pada koordinat terdekat, tim SAR gabungan juga aktif menjalin komunikasi serta membagikan informasi sektor SAR kepada kapal-kapal niaga maupun kapal melintas lainnya.

“Pelampung tersebut langsung dibawa menuju ke posko untuk diidentifikasi,” tulis keterangan tersebut.

Hingga saat ini, TNI AL dan Tim SAR gabungan belum bisa memastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak.

Operasi SAR kali ini difokuskan untuk menemukan satu unit speedboat yang membawa delapan penumpang terdiri dari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dalam pencarian ini, TNI AL mengerahkan berbagai unsur dan armada patroli meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RHIB Peucang Lanal Banten, RHIB 02 Banten, RHIB 02 Lampung, serta unsur SAR dan instansi gabungan yang meliputi KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa, KP Sanjaya, dan KP Hayabusa.

TNI AL berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya alutsista dan personel untuk melanjutkan upaya pencarian terhadap para pejuang informasi dan awak kapal hingga ditemukan sesuai dengan perintah Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebagai informasi, lima jurnalis hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (7/9/2026).

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

Kelima jurnalis itu berangkat bersama tiga awak kapal yang turut hilang untuk meliput erupsi Gunung Anak Kratau (GAK).

0 Komentar