POLDA Banten telah mengidentifikasi benda-benda yang ditemukan tim SAR pada pencarian hari kelima terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda saat mendekat ke Gunung Anak Krakatau (GAK).
Polisi mengatakan benda-benda yang ditemukan di laut itu bukan dari kapal yang mengangkut para jurnalis.
Sebagai informasi, ini merupakan temuan berbeda dari benda-benda yang ditemukan tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap para korban pada Kamis (10/9). Benda-benda yang ditemukan pada Kamis (10/9) itu bukan milik korban.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Pada Sabtu (12/9), Tim SAR menemukan lagi sejumlah barang. Barang-barang itulah yang kemudian dicek dan dinyatakan bukan milik para jurnalis yang hilang ataupun dari kapal pengangkut mereka.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan ‘MILLES II’ dinyatakan bukan milik kapal karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan ‘MILLES II’,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).
Maruli mengatakan jeriken yang ditemukan tim SAR gabungan pada pencarian hari kelima juga bukan berasal dari kapal Arupadhatu I. Menurutnya, jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda.
“Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.
Dia menyebut helm yang ditemukan juga bukan dari kapal pengangkut lima jurnalis. Dia mengatakan pihak kapal tidak menyiapkan fasilitas berupa helm seperti yang ditemukan.
“Adapun satu buah helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut di atas kapal,” ujarnya.
Kelima jurnalis dan tiga kru kapal hilang sejak Senin (7/9). Mereka dilaporkan hilang saat hendak mendekat ke Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi besar hingga memicu hujan abu vulkanik di beberapa provinsi.
