“Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan iktikad baik dan saya siap mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku bahkan saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT,” ucap dia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang ikut hadir dalam forum itu pun memandang apa yang disampaikan Abah Setu memang tidak dapat dibenarkan. MUI memastikan akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada Abah Setu.
“Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syariat dari kacamata hakekat, ya jelas tidak ketemu. Dan persoalan lainnya lagi karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik,” kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Mahmud, sebagaimana dikutip dari Antara.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Mahmud juga mengapresiasi sikap Abah Setu yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para ulama dan masyarakat secara umum. Selain itu, mengapresiasi kepolisian yang bertindak cepat melalui upaya mediasi atas persoalan sensitif tersebut.
“Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan,” kata Mahmud.
Setelah ini, kata dia, pengawasan dan pendampingan terhadap majelis taklim yang dipimpin Abah Setu juga akan dilakukan sebagai upaya untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali. Mahmud tak memungkiri bahwa persoalan yang menyangkut agama kerap menimbulkan hal sensitif di kalangan masyarakat.
Proses Hukum Tetap Berjalan di Kepolisian
Kepolisian turun langsung dalam kasus dugaan Abah Setu ini. Sejak adanya penggerudukan rumah Abah Setu, personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat langsung mendatangi lokasi untuk menengahi warga yang melakukan aksi protes.
Massa yang berkumpul di depan rumah Abah Setu pun akhirnya mau untuk membubarkan diri. Di sisi lain, penyitik langsung meminta keterangan dari Abah Setu di kantor polisi.
Saat itu, Abah Setu membantah konteks pernyataan yang dituduhkan kepadanya adalah sebuah penghinaan. Dia menyebut, video yang beredar merupakan potongan rekaman, di mana sebagian isinya diduga telah diedit atau direkayasa menggunakan teknologi Artificial Inteliget (AI).
