PBB Sahkan Peta Dunia Equal Earth, Ukuran Indonesia di Peta Jadi Lebih Proporsional

Peta dunia baru Equal Earth. (Sumber: equal-earth.com)
Peta dunia baru Equal Earth. (Sumber: equal-earth.com)
0 Komentar

Peta Mercator, yang selama beratus-ratus tahun digunakan secara luas, pertama kali dibuat oleh kartografer asal wilayah Flandria bernama Gerardus Mercator. Peta ini dibuat pada 1569.

Kala itu, peta dunia ini dirancang sebagai alat bantu navigasi maritim. Oleh karenanya, tata letak daratan di Bumi disesuaikan dengan ketepatan arah berdasarkan jalur pelayaran maritim dan bentuk daratan guna memudahkan perjalanan melintasi samudra.

Akan tetapi, metode ini kemudian menciptakan distorsi. Hal ini terjadi saat Mercator menggambar peta dunia dalam bidang datar (dua dimensi). Oleh kartografer itu, gambaran daratan Bumi diregangkan secara vertikal dan horizontal menjauhi garis khatulistiwa.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Hal itu membuat daratan yang makin mendekat ke kutub utara dan selatan merenggang dan membesar. Sementara itu, wilayah yang dekat khatulistiwa tak mengalami distorsi sehingga jadi tampak lebih kecil dari seharusnya.

Berbeda dengan Mercator, peta Equal Earth dikembangkan untuk mengatasi persoalan distorsi pada Mercator. Dengan kata lain, peta baru ini dibuat dengan proporsi ukuran daratan yang lebih aktual sembari mempertahankan bentuk aslinya.

Alhasil, peta Equal Earth menampilkan daratan-daratan yang jauh dari khatulistiwa secara proporsional. Hal ini kemudian membuat kawasan macam Eropa dan Amerika Utara jadi tampak mengecil dari yang tergambar pada peta Mercator.

Distorsi yang muncul dalam peta Mercator sebelumnya telah dikritik banyak pihak sebagai peta yang Eurosentris. Banyak yang berpendapat bahwa penggambaran luas daratan bagian utara yang lebih besar telah memperkuat persepsi superioritas Barat. Sebagian bahkan menyebutnya sebagai “kolonialisme kartografi”.

Ukuran Indonesia di Peta Equal Earth

Indonesia sebenarnya juga memiliki masalah serupa seperti yang dialami negara Uni Afrika terkait proyeksinya dalam peta dunia. Sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, luas Indonesia selama ini diproyeksikan lebih kecil dari proporsi aslinya.

Sebagai contoh, pada peta Mercator, Indonesia tampak jauh lebih kecil ketimbang bentang Benua Eropa. Padahal bentang wilayah daratan Indonesia dari timur ke barat diperkirakan melintang sejauh 5.110 kilometer. Angka itu hampir setara dengan bentang seluruh Benua Eropa dari timur ke barat yang melintang sejauh 5.300 kilometer.

0 Komentar