Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru, Bantaran Sungai Code Jogja Bakal Dipadati Kafe dan Wisata Air

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat kegiatan sambang kampung di kawasan Sungai Code wilayah Surokar
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat kegiatan sambang kampung di kawasan Sungai Code wilayah Surokarsan, Kota Yogyakarta. Minggu (6/9/2026). (ANTARA/HO-Dinas Kominfosan Yogyakarta)
0 Komentar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan konsep pengembangan kafe maupun warung-warung di kawasan Sungai Code sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira sebagai upaya mengangkat potensi ekonomi lokal.

“Dengan konsep ini diharapkan dapat menjadi ruang ekonomi baru sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan wisatawan yang nantinya datang ke kawasan tersebut,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia langkah itu dilakukan agar pengembangan ekonomi lokal tidak hanya mengandalkan bantuan atau program pemberdayaan, tetapi juga menciptakan ruang usaha baru yang dikelola masyarakat setempat.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Dengan demikian, kata dia, yang menjadi perhatian, agar pelaku usaha yang mengisi kafe atau warung kawasan tersebut berasal dari masyarakat sekitar, khususnya warga Kampung Surokarsan dan Kampung Prawirodirjan.

“Pengembangan kawasan tidak hanya berdampak pada aspek penataan lingkungan dan pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya menilai, kawasan Sungai Code di sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan yang lebih produktif.

“Jika ditata dengan baik, kawasan tersebut dapat menjadi ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Sungai Code tidak hanya perlu dijaga kebersihannya, tetapi juga ditata dan dimanfaatkan secara optimal, salah satu gagasan yang didorong yaitu menjadikan kawasan sekitar Bendung Mergangsan sebagai lokasi wisata air.

Pihaknya menargetkan berbagai penataan tersebut dapat direalisasikan dan selesai pertengahan Desember 2026, untuk kemudian jelang akhir tahun kawasan tersebut sudah dapat digunakan dan dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang ekonomi baru.

“Target kami pertengahan Desember sudah selesai, sehingga akhir Desember sudah bisa digunakan,” katanya.

0 Komentar