PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM: Potensi Letusan Susulan Anak Krakatau Masih Tergolong Tinggi

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. Seorang pemancing di perairan Selat Sun
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. Seorang pemancing di perairan Selat Sunda sempat terjebak ombak dan angin kencang sebelum kembali ke dermaga. (FOTO: Dok TikTok indomie gorengy)
0 Komentar

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.

PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga Minggu pukul 07.00 WIB, tidak menunjukkan anomali muka air laut.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

“BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir. Namun, intensitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal,” ujar Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam keterangan di Jakarta.

0 Komentar