Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama Ricuh: Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya
0 Komentar

Muktamar Hampir Tuntas, Fokus pada Masa Depan NU

Pada kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menyampaikan rasa syukur karena rangkaian Muktamar Ke-35 NU berjalan dengan lancar hingga memasuki agenda-agenda penentu. Ia mengatakan, muktamar kini tinggal menyelesaikan beberapa agenda inti yang akan melahirkan keputusan-keputusan penting sebagai fondasi perjalanan Nahdlatul Ulama memasuki abad keduanya.

“Alhamdulillah telah berjalan dengan lancar sampai titik ini. Kita tinggal menyelesaikan beberapa agenda inti lagi, dan ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang akan menjadi pondasi bagi perjalanan Nahdlatul Ulama mengarungi abad keduanya nanti,” katanya.

Gus Yahya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh PWNU, PCNU, PCINU, dan para muktamirin atas kelapangan dada serta husnuzon yang diberikan selama proses kepemimpinannya.

Baca Juga:Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka SuaraSiapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPK

Ia menitipkan pesan agar seluruh peserta muktamar menempatkan kemaslahatan Nahdlatul Ulama di atas segala kepentingan lain dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

“Mari kita pikirkan sungguh-sungguh, kita hayati sungguh-sungguh komitmen untuk memikirkan nasib Nahdlatul Ulama dan masa depan Nahdlatul Ulama. Kemaslahatan Nahdlatul Ulama di masa depan harus lepas dari kepentingan apa pun selain itu,” jelasnya.

Gus Yahya mengajak seluruh muktamirin menjaga kesetiaan kepada jam’iyah dengan menjadikan Pondok Pesantren Tambakberas—pesantren muassis KH Abdul Wahab Hasbullah—sebagai sumber inspirasi perjuangan dan keberkahan bagi Nahdlatul Ulama.

“Semoga Allah SWT memberkahi kita semua. Semoga tempat ini memberikan inspirasi kepada kita semua untuk terus menguatkan tekad, komitmen, dan kesetiaan kita kepada jamiyah yang kita cintai ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur berlangsung ricuh pada Ahad (30/8/2026) siang. Berdasarkan pantauan Republika.co.id di lokasi, puluhan santri merengsek masuk ke area utama siang pleno IV di Gedung Serba Guna.

Kericuhan terjadi setelah pimpinan sidang mengesahkan klausul mengenai “masa idah politik” dalam sidang pleno yang digelar di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.

Dalam ketentuan tersebut, seseorang yang hendak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diwajibkan mengundurkan diri dari partai politik (parpol) sekurang-kurangnya satu tahun sebelum pencalonan.

0 Komentar