Data Terbaru BNPB Pengungsi Gempa NTT Bertambah Jadi 192.303 Orang

Perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena aktivitas gempa susulan masih terpantau di sejumlah wilayah
Perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena aktivitas gempa susulan masih terpantau di sejumlah wilayah terdampak. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando
0 Komentar

JUMLAH pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 mengalami penambahan signifikan.

Berdasarkan pembaruan dan validasi data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat tambahan sebanyak 16.394 orang, sehingga total pengungsi kini mencapai 192.303 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kenaikan angka ini bukan disebabkan oleh adanya gelombang pengungsian baru. Lonjakan tersebut merupakan hasil dari proses validasi data yang sebelumnya belum terdata secara optimal, khususnya di wilayah Kabupaten Ngada.

Baca Juga:Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka SuaraSiapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPK

“Ini sebenarnya karena ada pembaruan data signifikansi yang terjadi di Ngada. Selama ini data-data yang hadir kepada kami itu kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi,” ujar Berton pada Sabtu (29/8).

Setelah proses validasi dilakukan, pengungsi di Kabupaten Ngada yang semula tercatat hanya 3.259 orang, melonjak drastis menjadi 21.552 orang. Pembaruan ini mencakup warga yang berada di lokasi pengungsian terpusat maupun mereka yang mengungsi secara mandiri.

Aktivitas Gempa Susulan

Terkait aktivitas tektonik di wilayah tersebut, BMKG mencatat terjadi 9.278 kali gempa susulan hingga saat ini. Magnitudo gempa susulan bervariasi, dengan kekuatan terbesar mencapai 6,2 dan terkecil 1,0. Dari ribuan getaran tersebut, sebanyak 153 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berton menyebutkan bahwa meskipun frekuensinya masih tinggi, rangkaian gempa susulan mulai menunjukkan pola penurunan. Aktivitas ini diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu terhitung sejak gempa utama terjadi pada pertengahan Agustus lalu.

Data Korban Meninggal Dunia

Hingga Sabtu (29/8), BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia masih tetap di angka 111 orang, tanpa ada tambahan korban baru yang ditemukan. Berdasarkan data demografi korban jiwa, tercatat 43,6 persen ialah laki-laki dan 56,4 persen perempuan.

Dilihat dari kelompok usia, korban meninggal paling banyak berasal dari kelompok lanjut usia (lansia) diikuti oleh kelompok dewasa, anak-anak, remaja, serta balita dan batita. Pemerintah berharap proses penanganan bencana terus berjalan lancar dan tidak ada lagi tambahan korban jiwa dalam masa pemulihan ini. (I-2)

Ringkasan Data Pascagempa NTT (Per 29 Agustus 2026):Total Pengungsi: 192.303 orang

0 Komentar