Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Lahan Konsesi, Walhi Beberkan Daftar Perusahaan Pemicu Karhutla

Keadaan kabut asap di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, atau sekitar Kota Banjarmasin, Rabu (19/8/2026) pagi
Keadaan kabut asap di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, atau sekitar Kota Banjarmasin, Rabu (19/8/2026) pagi. (Foto: ANTARA/Syamsuddin Hasan).
0 Komentar

Kemudian ada PT Grace Putri Perdana (Kalimantan), Kaltim Prima Coal (KPC), Vale Indonesia Tbk, Laman Mining, Weda Bay Nickel, dan Kideco Jaya Agung.

Bahkan Perusahaan PT Limpah Sejahtera, PT Meskom Agro Sarimas, PT Sumatra Unggul Makmur, PT Sekato Pratama Makmur, PT Bhatara Alam Lestari, PT Arara Abadi dan PT Wira Karya Sakti berulang kali terdapat titik api ataupun terbakar tiap tahunnya.

“Keberulangan karhutla ini menunjukkan tidak adanya kemajuan dalam perbaikan tata kelola dan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan penjahat lingkungan,” kata Uli.

DPR Sindir Malaysia dan Singapura Terkait Karhutla

Baca Juga:Siapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPKKorban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah Rusak

Fenomena kebakaran hutan dan lahan disingkat karhutla di Kalimantan, bikin heboh negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Karena, asapnya menyelimuti kedua negeri jiran itu.

Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang justru menyebut kedua negara tetangga itu, seharusnya berkontribusi dalam upaya pencegahan karhutla di Indonesia. “Karena mereka memiliki kebun sawit di Indonesia,” kata Marwan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Marwan mengulangi, Malaysia dan Singapura memiliki aktivitas perkebunan di Indonesia. Keduanya seharusnya ikut terlibat dalam upaya pencegahan karhutla.

“Tapi perlu juga disadarkan bahwa Malaysia, Singapura juga punya kebun juga di Indonesia. Ya jangan-jangan memprotes tapi ikut dong pencegahan, dia buka sawit juga di sini, baik perusahaan maupun orang per orang, gitu,” ujarnya.

Marwan menilai Singapura dan Malaysia juga memiliki peran dalam mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Marwan meminta negara tetangga untuk tak hanya memprotes.

“Jadi jangan asal protes dong, nah itu kira-kira. Justru menurut kita ya mereka punya peran juga dalam munculnya kebakaran hutan ini, gitu. Ya dari sisi kenegaraan kita boleh minta maaf, butuh bantuan, tapi dari sisi perilaku di lapangan mereka juga kurang punya peran di situ,” tuturnya.

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan tak hanya menimbulkan persoalan di dalam negeri. Asap akibat karhutla yang terjadi berpotensi meluas hingga mengganggu kualitas udara di negara tetangga.

Baca Juga:Pemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi KerakyatanKebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan Tewas

Dilansir Bernama, Kamis (20/8) Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) mengatakan 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia ditutup sementara. Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan itu melebihi ambang batas polusi.

0 Komentar