Kedua korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Sementara itu, warga terus berjibaku memadamkan api hingga akhirnya petugas Disdamkarmat tiba dan mengambil alih penanganan.
Eno mengatakan, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Kasus tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polresta Cirebon. Kami telah menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan, kemudian lokasi kejadian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Baca Juga:Kasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan PenyelidikanPrabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!
Akibat kebakaran itu, sejumlah barang berharga seperti kasur pegas (spring bed), pendingin ruangan, lemari pakaian, serta berbagai peralatan rumah tangga lainnya hangus terbakar. Luas area bangunan yang terdampak diperkirakan sekitar 15 meter persegi dari total luas rumah sekitar 60 meter persegi, sehingga sebagian besar bangunan masih berhasil diselamatkan. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
Dalam operasi pemadaman, petugas juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses jalan menuju lokasi yang sempit dan rusak serta keterbatasan sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran.
Setelah memastikan kondisi aman, petugas Disdamkarmat menyerahkan tempat kejadian perkara kepada Polsek Depok untuk kepentingan penyelidikan. Penanganan insiden ini turut melibatkan personel Polsek Depok, Babinsa Desa Kejuden, serta warga sekitar yang sejak awal membantu proses evakuasi korban dan pemadaman api.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus memastikan penyebab meninggalnya kedua korban. Polisi juga telah memasang garis polisi di lokasi guna kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).
