Salah seorang teman Jesslyn berinisial NAH (37) melayangkan laporan penculikan Jesslyn ke Polres Metro Jakarta Pusat pada 16 Juli, tiga hari pasca peristiwa penjemputan paksa. Laporan itu kemudian teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Menurut keterangan kuasa hukumnya, NAH menduga peristiwa penjemputan paksa pada 13 Juli merupakan aksi terencana. Para penjemput disebutnya bergerak cepat dan taktis ketika membawa pergi Jesslyn dari lokasi perayaan makan-makan keluarga.
Proses penyelidikan pun dimulai oleh polisi. Pihak kepolisian disebut telah menelusuri berbagai lokasi yang mungkin meninggalkan jejak keberadaan Jesslyn, termasuk apartemen sang atlet di Pluit, Jakarta Utara.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Meski begitu, teka-teki keberadaan Jesslyn terus berlanjut. Lokasi tempat Jesslyn kini berada tak kunjung diketahui.
Akan tetapi, pada 19 Juli 2026, NAH yang semula jadi pelapor kasus dugaan penculikan Jesslyn, mencabut laporannya. Keterangan pihak NAH menyebut penarikan laporan ini dilakukan karena NAH sebatas teman dan bukan pihak keluarga Jesslyn.
Polisi tak langsung menghentikan penyelidikan usai laporan dugaan penculikan dicabut oleh NAH. Pihak Polres Metro Jakarta Pusat menyebut kasus ini akan tetap didalami meski NAH mencabut laporannya.
Tak lama setelah pencabutan laporan itu, jejak keberadaan Jesslyn ditemukan. Ada indikasi sang atlet telah melakukan perjalanan keluar negeri.
Jesslyn Diduga Bersama Orang yang Dikenal, di Mana Sekarang?
Pada 21 Juli 2026, Polres Metro Jakarta Pusat merilis keterangan pers tentang perkembangan pengusutan dugaan kasus penculikan terhadap Jesslyn. Melalui keterangan ini, muncul informasi yang berseberangan dengan apa yang selama ini dikabarkan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri menyebut pihak kepolisian telah menemukan indikasi keberadaan Jesslyn usai dilaporkan hilang pada 13 Juli lalu. Menurut Roby, Jesslyn rupanya tercatat melakukan perjalanan ke Malaysia pada 14 Juli.
“Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang, meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, berdasarkan manifes [penerbangan] yang kami terima,” kata Roby.
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
Akan tetapi, keanehan justru muncul dalam dokumen manifes penerbangan tersebut. Temuan polisi menyebut, Jesslyn terbang ke Kuala Lumpur bersama dua orang keluarganya. Roby tak merinci siapa saja dua orang keluarga Jesslyn itu, namun ia mengatakan pihak kepolisian kini turut memanggil ayah Jesslyn untuk dimintai keterangan.
