WARGA negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Valenth A Tambuto (24) ditemukan tewas di Armenia dalam kondisi mulut hingga tangan dilakban dalam kamar mes di Armenia. Keluarga mencurigai Valenth menjadi korban pembunuhan berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari rekan kerja dan pacar korban.
Adik korban, Arnold Tambuto mengatakan keluarga memperoleh sejumlah informasi yang mengarah pada dugaan pembunuhan di balik kematian kakaknya. Namun, dia menegaskan informasi tersebut merupakan keterangan yang diterima dari orang-orang terdekat korban.
“Memang informasi itu (pembunuhan) banyak yang menyebutkan. Kami dapat informasi dari beberapa kerabat dekat dan juga dari pacar almarhum sendiri,” ujar Arnold Tambuto kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Arnold mengatakan salah satu dugaan motif yang disampaikan kepadanya berkaitan dengan kebiasaan korban yang sering meminjamkan uang kepada rekan-rekannya. Sedangkan rekan-rekannya tersebutlah yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.
“Katanya yang pertama, Valenth itu terlalu baik karena suka meminjamkan uang ke temannya. Dan uang itu yang dipinjamkan ke pelaku semua. Itu ada bukti chatnya kalau itu,” katanya.
Selain itu, keluarga juga menerima informasi bahwa korban sempat diajak terlibat dalam dugaan penggelapan uang perusahaan oleh para rekannya. Namun korban disebut menolak ajakan tersebut.
“Yang kedua, waktu itu Valenth diajak oleh mereka (pelaku) untuk ikut serta dalam rencana penggelapan uang perusahaan, tetapi Valenth menolak,” tutur Arnold.
Arnold mendapat cerita bahwa korban diduga mengetahui rencana tersebut sehingga dikhawatirkan akan melaporkannya kepada pihak perusahaan. Setelah beberapa orang di antaranya juga memiliki utang kepada korban, akhirnya mereka kemudian diduga merencanakan untuk membunuh Valenth.
“Mungkin karena mereka khawatir nantinya Valenth mau bocorkan itu sampai ke bosnya, jadi mereka berpikir menghilangkan nyawanya. Kebetulan mereka juga punya utang ke Valenth, jadi sekaligus tuntas semua. Itu cerita yang saya dengar,” ungkapnya.
Meski demikian, Arnold menegaskan keluarga belum menerima informasi resmi dari aparat penegak hukum Armenia terkait motif maupun pelaku di balik kematian korban.
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
“Kami belum dapat berita resminya. Itu baru cerita dari teman-teman yang satu perusahaan dengan Valenth, teman kantornya, termasuk dari Tati pacar korban. Semua kompak ceritanya seperti itu,” tegasnya.
