Jejak Prestasi Putri Aisyah, Penulis Antologi Cerpen dan Puisi 'Memeluk Tangan Tuhan' yang Kian Bersinar

Putri Aisyah, penulis buku antologi cerpen dan puisi berjudul Memeluk Tangan Tuhan (Dokpri)
Putri Aisyah, penulis buku antologi cerpen dan puisi berjudul Memeluk Tangan Tuhan (Dokpri)
0 Komentar

SEORANG siswi asal Desa Karang Birai, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon meraih prestasi yang membanggakan. Alumni MTs Negeri 4 Cirebon ini berhasil menyabet gelar Juara Harapan III pada Lomba Membaca Puisi tingkat SMP/MTs sederajat se-Wilayah III Cirebon.

Kompetisi ini digelar dalam rangka Bulan Bahasa ke-19 oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Jumat 19 Desember 2025.

Saat itu, ia sukses menyisihkan 93 peserta lainnya berkat penampilan yang sarat penghayatan, ekspresi kuat, serta artikulasi yang jernih. Di balik kemampuannya mengolah emosi di atas panggung, sosoknya ternyata memiliki kedekatan tersendiri dengan dunia literasi.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Ia mengaku akan tetap menulis puisi, cerpen dan karya sastra lain. Ia menemukan keasyikan menulis dan akan berusaha mengajak rekan-rekan seusianya.

Dengan nama pena Paisy bukanlah sosok yang asing dalam dunia kesusasteraan kekinian di Kabupaten Cirebon. Ia dikenal sebagai penyair remaja yang produktif.

Menurutnya, tradisi menulis, apalagi karya sastra sejenis puisi dan cerpen, akan sangat mengasyikan. “Sekarang saya ajak teman-teman, yuk budayakan menulis. Tentu juga membaca. Banyak membaca, suka menulis itu asyik banget. Pikiran kita bisa dibaca orang lain,” tutur Paisy yang juga aktif menulis di blog resminya.

Baginya menulis tak lain adalah pelampiasan dari emosi jiwa yang tak bisa diungkapkan. “Tak lain pun, seperti mengingat-ingat kenangan apa yang pernah terjadi bersama orang-orang tersayang. Saudari, bibi, nenek, ibu dan bapak guruku, bahkan orang tua teman dekat saya sudah kembali kepada Sang Maha Pengasih,” unggahnya.

Pemilik nama Putri Aisyah ini mengaku terus ingin menjadi inspirasi bagi dunia menulis, terutama karya sastra dalam bentuk puisi dan cerpen, di kalangan anak muda seusia remaja.

Kini, ia telah menulis buku antologi cerpen dan puisi berjudul “Memeluk Tangan Tuhan”. Buku ini berisikan kumpulan 5 cerpen dan 6 puisi dan menjadi potret refleksi diri yang mendalam dari seorang siswi yang juga dikenal sebagai lulusan terbaik di sekolahnya.

Judul karya tersebut seolah merefleksikan ketegaran hidup. Nama “Memeluk Tangan Tuhan” sendiri identik dengan sosok Putri Aisyah Aminah, figur yang dikenal publik karena ketegaran dan kepasrahannya yang luar biasa kepada Sang Pencipta dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Semangat itulah sepertinya mengalir dalam setiap baris puisi dan prosa yang ditulis Putri Aisyah.

0 Komentar