JENAZAH yang diduga merupakan Aiptu Sumariyanto ditemukan mengapung di aliran Sungai Katingan, tepatnya di wilayah Desa Rantau Asam, Kabupaten Katingan, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Jika mengikuti aliran Sungai Katingan, jaraknya diperkirakan sekitar 7 hingga 10 kilometer dari bentrok berdarah.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menjelaskan, lokasi penemuan jenazah berada tidak terlalu jauh dari titik bentrokan di Desa Tumbang Kalemei.
“Lokasi penemuan jenazah berada di aliran Sungai Katingan dengan perkiraan jarak sekitar 7 sampai 10 kilometer dari titik kejadian di Desa Tumbang Kalemei apabila menyusuri jalur sungai,” kata AKBP Dodik Hartono, Minggu siang.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Aiptu Sumariyanto ditemukan setelah empat hari pencarian. Informasi penemuan jenazah itu pertama kali beredar melalui video yang tersebar di sejumlah grup WhatsApp. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat mengapung dalam posisi telentang dan tersangkut di ranting pohon di tepian sungai.
Dengan ditemukannya jenazah tersebut, maka dua anggota Polri yang sebelumnya dinyatakan hilang pasca-insiden penyerangan saat operasi pemberantasan narkoba seluruhnya telah ditemukan.
“Selanjutnya jenazah akan langsung dibawa menuju RS Bhayangkara di Palangka Raya untuk proses identifikasi dan autopsi. Selanjutnya baru dibawa ke rumah duka di Kasongan,” ujar kapolres.
Saat ini, kepolisian terus memfokuskan upaya pengejaran para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut.
