Iran Respons Aksi Militer Amerika Serikat, Drone Hantam Delapan Pangkalan AS di Teluk

Pangkalan miiter AS di Timur Tengah - (CFR)
Pangkalan miiter AS di Timur Tengah - (CFR)
0 Komentar

Beberapa jam sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan serangkaian serangan udara baru terhadap Iran.

Militer AS menyatakan serangan tersebut menyasar infrastruktur pengawasan militer, sistem komunikasi, posisi pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, serta kemampuan penebaran ranjau laut milik Iran.

Washington menyebut operasi itu dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Televisi pemerintah Iran kemudian melaporkan ledakan di dekat Taheroui, Sirik, serta di sekitar Desa Masan di Pulau Qeshm. Media lokal juga melaporkan ledakan di Bandar Lengeh dan Bandar Kong, Provinsi Hormozgan.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta nota kesepahaman gencatan senjata.

“Serangan udara oleh militer AS terhadap sejumlah fasilitas pengawasan dan pemantauan di pesisir selatan negara itu merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 Ayat (4) Piagam PBB dan pelanggaran terhadap Pasal 1 Nota Kesepahaman tentang Pengakhiran Perang,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Iran menilai tindakan tersebut menunjukkan Washington tidak menghormati komitmennya dalam nota kesepahaman.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kembali tekad Teheran untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Iran juga meminta Dewan Keamanan PBB menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Secara terpisah, juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia, mengatakan kemampuan militer negaranya meningkat secara signifikan selama konflik yang disebutnya sebagai perang 40 hari.

Ia menyebut Iran telah mengoperasikan drone generasi baru yang pengembangannya dimulai sebelum konflik dan mulai digunakan selama perang berlangsung.

Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Akrami-Nia juga mengatakan sistem rudal yang telah ditingkatkan kemampuannya telah dikerahkan selama konflik. Menurut dia, Iran akan terus memperkuat kemampuan militernya meski permusuhan masih berlangsung.

0 Komentar