Kericuhan Diskusi Pejabat & Mahasiswa di Joglo GIK UGM: Kronologi dan Fakta yang Terungkap

Diskusi bertajuk \"Kopdar Bareng Mas Dar\" di UGM yang berujung kericuhan (IST)
Diskusi bertajuk \"Kopdar Bareng Mas Dar\" di UGM yang berujung kericuhan (IST)
0 Komentar

“Jika kami dianggap jahat, merusuh, atau apa pun itu, sesungguhnya kejahatan mereka sangat-sangat lebih besar karena ada banyak rakyat yang tanahnya dirampas, meja makannya tidak diisi oleh makanan. Karena apa? Karena tanah bertani mereka digunakan untuk PSN yang ditanami ubi, jagung, dan sebagainya yang tidak jelas,” imbuh Mesa.

Mesa mengingatkan bahwa apabila ada pejabat lain yang datang ke UGM untuk berdiskusi, tetapi membawa kebohongan kepada publik, Aliansi Mahasiswa UGM akan terus melawan.

“Datanglah ke Universitas Gajah Mada, tapi jangan menggunakan atau membawa data-data yang direkayasa, yang dipilih-pilih supaya terlihat positif. Universitas Gajah Mada, pun Yogyakarta, adalah orang-orang yang berpendidikan, orang-orang intelektual yang tidak bisa dibohongi oleh hal-hal seperti itu,” ungkap Mesa.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

“Jika mereka berbohong, menipu, inilah yang akan kami lakukan. Untuk apa? Untuk mengingatkan bahwasanya kalian tidak bisa membodohi kami,” tutup Mesa.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyayangkan diskusi yang semula berlangsung tertib berakhir ricuh.

Budiman menjelaskan acara diawali dengan pemaparan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengenai rencana pemerintah menerapkan skema ekspor satu pintu. Menurut Sudaryono, kebijakan itu diperlukan untuk menutup potensi kebocoran akibat perbedaan laporan ekspor di dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih memiliki berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan kondisi global.

Budiman mengatakan, situasi mulai berubah ketika dirinya menyampaikan materi terkait kebebasan berpendapat. Menurut dia, sekelompok massa kemudian masuk ke dalam gedung dan merangsek ke arah panggung.

“Ketika selesai mengatakan hal ini, sekelompok orang yang berada di tribun belakang merangsek naik ke atas panggung. Di sini Budiman masih menunggu massa yang naik di atas panggung untuk bisa berdiskusi langsung dengannya. Karena jumlah massa yang naik ke atas panggung sudah terlalu banyak, maka peristiwa caci maki dan dorong-dorongan semakin tidak terkendali,” demikian keterangan yang disampaikan Budiman.

Menurut Budiman, situasi yang semakin tidak kondusif membuat petugas keamanan memutuskan mengevakuasi dirinya melalui pintu samping gedung demi alasan keselamatan.

0 Komentar