Paus Leo XIV Tegas Serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran Bukan Perang yang Adil

Paus Leo XIV (dok. AFP/HANDOUT)
Paus Leo XIV (dok. AFP/HANDOUT)
0 Komentar

PEMIMPIN Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, menegaskan bahwa perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak dapat dikategorikan sebagai “perang yang adil”.

Menurutnya, konsep tersebut sudah tidak lagi relevan dengan realitas peperangan modern yang memiliki daya hancur jauh lebih besar dibandingkan masa lalu.

Pernyataan itu disampaikan Paus Leo XIV saat menjawab pertanyaan wartawan dalam penerbangan dari Roma menuju Madrid, Spanyol, Sabtu (6/6/2026), dalam rangka kunjungan luar negeri keempatnya sebagai paus.

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

Komentar tersebut muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang sebelumnya menggunakan teori “perang yang adil” untuk membela tindakan militer Washington terhadap Teheran.

“Saya rasa hal itu sudah dijelaskan dengan sangat jelas. Tidak ada perang yang adil dalam konflik tersebut,” kata Paus Leo XIV, seperyi dilansir dari Anadolu.

Paus menjelaskan, teori perang yang adil lahir berabad-abad lalu ketika manusia belum mampu membayangkan kekuatan senjata modern dan kapasitas penghancuran yang dimiliki saat ini.

“Masalahnya, teori perang yang adil berasal dari masa berabad-abad lalu, ketika orang belum dapat membayangkan senjata dan kemampuan penghancuran yang dimiliki manusia saat ini,” ujarnya.

Dalam ensiklik terbarunya bertajuk Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Agung), Paus Leo XIV juga menilai teori perang yang adil terlalu sering digunakan untuk membenarkan berbagai bentuk peperangan dan kini sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi dunia modern. Sebagai alternatif, ia mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, diplomasi, dan pengampunan.

Hubungan Vatikan dan Trump Memanas

Pernyataan Paus Leo XIV memperpanjang ketegangan antara Vatikan dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait konflik Iran. Sejak perang pecah, Paus Leo secara konsisten menyerukan penghentian kekerasan dan mengingatkan para pemimpin dunia agar tidak menggunakan retorika yang dapat memperluas konflik.

Ia juga pernah menyebut ancaman Trump bahwa “tidak akan ada peradaban yang tersisa di Iran” sebagai pernyataan yang “benar-benar tidak dapat diterima”. Trump kemudian membalas kritik tersebut dengan menyebut Paus sebagai sosok yang “lemah” dalam urusan perang dan kebijakan luar negeri.

0 Komentar