IRLANDIA memberlakukan larangan kunjungan terhadap dua menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich ke negaranya. Menteri Kehakiman Irlandia Jim O’Callaghan menyetujui langkah pencekalan tersebut.
Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin menyampaikan hal itu saat saat menghadiri KTT Uni Eropa–Balkan Barat di Tivat, Montenegro.
Martin menyebut tindakan dan pernyataan kedua pejabat Israel itu “sama dengan keinginan untuk melihat penghapusan warga Palestina dari Palestina”. Ia menambahkan perlunya langkah lanjutan di tingkat Uni Eropa.
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
Ia menegaskan komunitas internasional perlu mempertimbangkan persoalan tersebut. Irlandia, kata dia, akan mengangkat isu itu bersama negara-negara anggota Uni Eropa lainnya.
Menurut Martin, tindakan kedua pejabat tersebut dapat menjadi dasar pemberlakuan sanksi di tingkat Uni Eropa. Namun, ia mengakui konsensus di dalam blok tersebut masih belum pasti.
Juru bicara Menteri Kehakiman Irlandia mengatakan larangan tersebut disetujui di luar kabinet. Kebijakan itu sejalan dengan sikap Irlandia untuk mencegah masuknya individu yang dinilai berkontribusi terhadap krisis di Gaza.
Langkah tersebut mengikuti kebijakan serupa di sejumlah negara, termasuk Prancis, yang sebelumnya juga membatasi akses masuk bagi pejabat Israel di tengah meningkatnya seruan internasional terkait sanksi Uni Eropa.
