Mengapa Google Ingin Lepas 32 Juta Nyamuk? Ini Misi Besar di Baliknya

Nyamuk Wolbachia
Nyamuk Wolbachia
0 Komentar

KETIKA mendengar nama Google, kebanyakan orang mungkin langsung membayangkan mesin pencari, kecerdasan buatan (AI), atau perangkat teknologi canggih. Namun, perusahaan induknya, Alphabet, ternyata juga terlibat dalam proyek yang tidak biasa, yakni mengembangbiakkan dan melepaskan jutaan nyamuk ke lingkungan.

Mengutip laman A-Z Animals, melalui anak perusahaannya, Verily, Alphabet menjalankan program bernama Debug. Program yang pertama kali diperkenalkan pada 2016 ini kembali menjadi sorotan setelah mengajukan proposal kepada Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) untuk melepas hingga 32 juta nyamuk yang telah diberi perlakuan khusus di California dan Florida dalam dua tahun mendatang.

Sekilas, rencana tersebut terdengar bertolak belakang dengan upaya pemberantasan nyamuk yang selama ini dilakukan. Namun, tujuan sebenarnya justru untuk mengurangi populasi nyamuk pembawa penyakit berbahaya.

Memanfaatkan Bakteri Alami untuk Menekan Populasi Nyamuk

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

Program Debug menggunakan pendekatan yang dikenal sebagai Sterile Insect Technique (SIT) atau Teknik Serangga Mandul. Alih-alih memodifikasi genetik nyamuk atau menyemprotkan pestisida kimia, metode ini memanfaatkan bakteri alami bernama Wolbachia.

Nyamuk jantan yang membawa Wolbachia akan dilepaskan ke alam dan kawin dengan nyamuk betina liar yang tidak memiliki strain bakteri yang sama. Ketika proses perkawinan terjadi, telur yang dihasilkan tidak dapat berkembang dan gagal menetas.

Akibatnya, jumlah nyamuk baru yang lahir akan terus berkurang. Jika cukup banyak nyamuk jantan pembawa Wolbachia berhasil berkembang biak, populasi nyamuk liar di wilayah tersebut dapat menurun secara signifikan dalam beberapa generasi.

Tidak Menambah Risiko Gigitan Nyamuk

Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah kemungkinan masyarakat akan menghadapi lebih banyak gigitan nyamuk setelah jutaan serangga itu dilepaskan. Namun, para peneliti menjelaskan program ini hanya menggunakan nyamuk jantan.

Dalam dunia nyamuk, hanya nyamuk betina yang menggigit manusia karena membutuhkan darah untuk membantu perkembangan telur. Sebaliknya, nyamuk jantan hanya mengonsumsi nektar tumbuhan.

Karena itu, pelepasan jutaan nyamuk jantan tidak akan meningkatkan jumlah gigitan yang diterima manusia. Meski konsep Wolbachia telah digunakan dalam berbagai penelitian sebelumnya, penerapannya dalam skala jutaan nyamuk bukanlah pekerjaan mudah.

0 Komentar