Eks Artis Fabiola Jadi Pemikat Korban dalam Sindikat Scammer Internasional

Mantan artis wanita terlibat komplotan penipuan online atau scammer jaringan internasional yang bermarkas di S
Mantan artis wanita terlibat komplotan penipuan online atau scammer jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo. (Dok. Polda Jateng)
0 Komentar

DI antara 11 tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka penipuan daring bermodus asmara dan investasi, satu tersangka perempuan diketahui merupakan mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes (F).

Dari foto yang ditampilkan dalam jumpa pers tersebut, F memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berkulit putih, dan memiliki beberapa tato di tangan dan leher.

Meski berlokasi di sebuah indekos di wilayah Sukoharjo, penipuan daring bermodus asmara dan investasi atau dikenal sebagai “pig butchering” itu, menyasar warga negara Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih, sindikat tersebut menjalankan modus dengan membangun hubungan emosional melalui berbagai media sosial, aplikasi kencan, dan sarana komunikasi digital lainnya.

Korban yang telah memiliki kedekatan emosional, lanjut dia, kemudian diarahkan untuk berinvestasi melalui platform perdagangan kripto palsu yang telah dimanipulasi.

Ia mengatakan jumlah korban yang telah masuk dalam jebakan sindikat tersebut mencapai 133 orang.

Selama kurun waktu Juli 2025 hingga Mei 2026, kata dia, sindikat tersebut tercatat sudah mengantongi keuntungan hingga Rp41,1 miliar.

Peran Fabiola

Fabiola yang juga mantan istri Reza Smash itu punya peran sentral dalam sindikat tersebut.

“Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban,” kata Himawan.

Dalam praktiknya, awalnya tim marketing di jaringan scammer itu yang menggaet korban. Jika korban tidak yakin untuk berinvestasi, tugas tim marketing itu digantikan si model.

Baca Juga:Menkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 TriliunPulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka Suara

“Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka yang tampil adalah bukan marketing, tapi model. Karena marketing ini ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ada, yang sudah ditawarkan,” ungkap Himawan.

Dibekuk tanpa perlawanan

Sindikat penipuan tersebut beroperasi dengan kedok perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan di Kabupaten Sukoharjo.

Ia mengatakan kantor perusahaan itu menjadi tempat perekrutan pekerja, sekaligus sebagai tempat operasional kegiatan penipuan daring terorganisasi itu.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam tindak pidana tersebut meliputi ratusan telepon seluler, komputer, serta komputer jinjing.

0 Komentar