Iran Disebut Berhasil Buka Lagi Pangkalan Rudal Bawah Tanah, Citra Satelit Jadi Sorotan

Citra satelit dari pangkalan rudal bawah tanah dekat Khomeyn, Iran, menunjukkan setidaknya sejumlah kendaraan
Citra satelit dari pangkalan rudal bawah tanah dekat Khomeyn, Iran, menunjukkan setidaknya sejumlah kendaraan konstruksi bekerja untuk membersihkan pintu masuk terowongan pada 1 April 2026.(Airbus)
0 Komentar

IRAN dilaporkan siap kembali meluncurkan rudal jarak jauh dalam jumlah besar ke Israel dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Persiapan ini berhasil dilakukan setelah Teheran dengan cepat membongkar kembali persenjataan mereka yang sempat tertimbun akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Keberhasilan Iran ini sekaligus mengungkap keterbatasan strategi pengeboman yang selama ini diandalkan oleh militer AS.

Selama berbulan-bulan, serangan udara AS dan Israel berfokus pada penghancuran akses ke situs rudal bawah tanah Iran. Mereka membom jalanan dan menimbun pintu masuk terowongan. Namun, analisis citra satelit terbaru oleh CNN menunjukkan Iran mampu mematahkan operasi militer berbiaya tinggi tersebut hanya dengan menggunakan peralatan sederhana, seperti buldoser dan truk jungkit (dump truck).

Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Hingga saat ini, Iran dilaporkan telah berhasil membuka kembali 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang sempat dihancurkan oleh AS dan Israel di 18 fasilitas rudal bawah tanah. Pangkalan-pangkalan ini dilindungi lapisan batu setebal ratusan meter, sehingga rudal di dalamnya tetap aman dari serangan udara.

Sam Lair, peneliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies, menjelaskan Iran tetap berada dalam posisi siap tempur. “Iran berada dalam posisi untuk terus meluncurkan rudal selama mereka memiliki peluncur dan kru, bahkan jika produksinya dihentikan. Tidak ada yang bisa mencegah peluncur-peluncur tersebut dipersenjatai dengan stok rudal yang melimpah yang masih dimiliki Iran,” ujar Lair.

Para ahli memperkirakan Iran masih menyimpan sekitar 1,000 rudal di dalam situs bawah tanah tersebut. Selain membuka terowongan, citra satelit juga memperlihatkan bahwa Iran telah menambal hampir seluruh kawah bekas bom di jalan-jalan akses pangkalan, bahkan dua di antaranya sudah diaspal kembali.

Lair menilai, meski militer AS sukses secara taktis dalam menimbun kekuatan Iran, hal itu bisa menjadi kegagalan strategis jika tidak dibarengi dengan tujuan perang yang masuk akal dan teori kemenangan yang dapat dicapai.

Di sisi lain, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, enggan berkomentar spesifik mengenai temuan CNN ini. Ia hanya menegaskan kembali bahwa militer Amerika adalah yang terkuat di dunia dan siap mengeksekusi perintah Presiden kapan saja.

0 Komentar