Penghancuran total kemampuan rudal Iran merupakan salah satu dari lima target utama perang yang sempat digaungkan Presiden Donald Trump. Kendati demikian, AS tampaknya meremehkan daya tahan Teheran.
Timur Kadyshev, peneliti senior dari Institute for Peace Research and Security Policy, Universitas Hamburg, menyebut Iran telah mengantisipasi skenario perang ini selama 20 tahun. Kontras teknologi ini menjadi tantangan terbesar bagi AS dan sekutunya.
“Anda harus menggunakan senjata yang sangat canggih dan sangat mahal untuk menghasilkan kerusakan seperti itu, sementara pemulihannya menggunakan teknologi yang sangat rendah, hanya dengan buldoser,” pungkas Kadyshev.
