SEEKOR kerbau di Bangladesh yang dijuluki Donald Trump karena memiliki rambut pirang yang menjuntai akhirnya selamat dari penyembelihan. Hewan yang sempat viral di media sosial ini batal dijadikan hewan kurban dan kini resmi dipindahkan untuk dirawat di kebun binatang nasional.
Bangladesh, negara dengan mayoritas penduduk Muslim berpenduduk 170 juta jiwa, merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban pada Kamis (28/5). Tradisi ini biasanya melibatkan penyembelihan hewan ternak sebagai bentuk ibadah.
Kerbau jantan seberat 700 kilogram tersebut merupakan jenis albino langka. Keunikannya terletak pada jambul rambut berwarna terang yang menyerupai gaya rambut khas mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Awalnya, kerbau ini dijadwalkan untuk disembelih guna menandai hari raya tersebut.
Baca Juga:Marketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata MendagKemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi Denmark
Namun, hanya beberapa jam sebelum menghadapi pisau jagal, pemerintah setempat turun tangan untuk menyelamatkan hewan yang menjadi sensasi daring tersebut. Kurator Kebun Binatang Nasional, Atiqur Rahman, mengonfirmasi bahwa hewan tersebut akan mendapatkan perawatan intensif.
“Kami menyiapkan kandang khusus untuk kerbau albino ini dan menugaskan seorang perawat,” ujar Rahman kepada AFP, Rabu (27/5). Ia menambahkan bahwa kerbau tersebut akan menjalani masa karantina selama dua pekan terlebih dahulu.
Sebelumnya, kerumunan warga di Bangladesh berbondong-bondong datang untuk berfoto dengan bintang media sosial yang tidak biasa ini. Mantan pemilik kerbau, Zia Uddin Mridha, 38, mengungkapkan bahwa saudaranya yang memberi nama Trump karena rambutnya yang luar biasa.
Mridha mengaku terus didatangi pengunjung yang penasaran, mulai dari penggemar media sosial hingga anak-anak. Meski sempat menjual kerbau tersebut menjelang Idul Adha, pihak kepolisian segera bertindak setelah ada perintah pemerintah untuk melestarikan hewan langka itu.
Informasi Tambahan:Departemen Peternakan Bangladesh meminta kepolisian mengambil alih kerbau tersebut karena statusnya sebagai hewan albino yang langka dan usianya yang masih muda, sehingga dinilai lebih bermanfaat untuk dikembangkan selama beberapa tahun ke depan.Diperkirakan lebih dari 12 juta hewan ternak, termasuk kambing, domba, sapi, dan kerbau, dikurbankan selama libur hari raya di Bangladesh. Ini menjadi momen langka bagi keluarga kurang mampu untuk menikmati hidangan daging.
