SEBANYAK enam kapal Armada Global Sumud masih melaju ke Gaza hingga Selasa (19/5/2026) malam WIB. Ini setelah Koalisi armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla menyatakan kapal Andros, Zefiro, dan Don Juan telah dicegat oleh pasukan Israel setelah terus berlayar menuju Gaza selama lebih dari 24 jam.
Pasukan Israel telah mencegat salah satu kapal yang tersisa dari Armada Sumud Global, menghentikannya ketika kapal tersebut berada sekitar 82 mil laut (sekitar 150 km) dari Gaza, menurut pelacak situs armada tersebut.
Siaran langsung di situs koalisi tersebut juga menunjukkan pasukan Israel menaiki kapal “Andros” dan para aktivis mengangkat tangan mereka ke atas. Layar kemudian menjadi gelap dengan pesan yang mengatakan bahwa kapal tersebut telah dicegat.
Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar
Menurut pelacak situs Global Sumud Flotilla, 64 kapal telah dicegat oleh pasukan Israel, dengan enam kapal terus berlayar menuju Gaza.
“Kami menyadari adanya peningkatan tingkat kekerasan selama intersepsi IOF saat ini,” ujar pernyataan panitia Global Sumud Flotilla.
Perlu diketahui bahwa semua orang di kapal telah dilatih tentang aksi nonkekerasan dan deeskalasi. Tim sedang berupaya memverifikasi status semua orang dan akan membagikan pembaruan yang dikonfirmasi sesegera mungkin.
“Tim hukum dan diplomatik juga mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendokumentasikan apa yang terjadi, melindungi mereka yang diculik, dan mengupayakan akuntabilitas atas tindakan IOF.”
Meski menghadapi pencegatan, armada Global Sumud Flotilla menegaskan masih melanjutkan pelayaran menuju Gaza dengan tujuh kapal yang tersisa. Mereka juga menyerukan dukungan internasional untuk mengakhiri blokade terhadap Gaza dan menghentikan keterlibatan global dalam krisis tersebut.
Pasukan Israel dilaporkan mencegat puluhan kapal pada Senin yang berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza yang dilanda perang. Israel disebut mengerahkan “armada laut lengkap”, sementara pasukan bersenjata menggunakan kapal cepat untuk mencegat, menaiki, dan menahan ratusan aktivis di perairan internasional dekat Siprus.
Dua pekan sebelumnya, pasukan Israel juga mencegat 22 kapal flotila di lepas pantai Yunani dan menahan 181 relawan yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
