Kemlu Belum Ketahui Nasib Kapal Pembawa Jurnalis Republika yang Dicegat Israel

Salah satu kapal yang tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan ke Gaza, Palestina, 2026. (globalsumudflotill
Salah satu kapal yang tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan ke Gaza, Palestina, 2026. (globalsumudflotilla.or)
0 Komentar

KEMENTERIANLuar Negeri belum mengetahui status dari jurnalis Republika yang berada di kapal Global Sumud Flotila.

Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

Hingga saat ini, sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap—termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI- Rumah Zakat.

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

“Kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono sampai saat ini masih belum dapat dihubungi dan belum diketahui status dari kapal termasuk Bambang Noroyono yang berada di kapal tersebut,” ujar Juru bicara 1 Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan tertulis, Senin 18 Mei 2026.

“Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi,” imbuh Yvonne.

Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional

“Sejak awal Kemlu melalui Direktorat PWNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka,” imbuh Yvonne.

“Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” tutur Yvonne.Jurnalis WNI

Di antara penumpang dalam Global Sumud Flotila terdapat dua jurnalis warga negara Indonesia (WNI). Bambang Noroyono dan Thoudy Badai diyakini saat ini dalam sekapan pasukan Israel (IDF).

Bambang telah mengirimkan video tanda ditangkap oleh pasukan zionis Israel. Hingga saat ini masih belum diketahui kabar selanjutnya dari kedua jurnalis dari media Republika itu.

0 Komentar