Trump Blak-blakan Akui AS Mata-matai China ‘Habis-habisan’, Dunia Geger

Presiden AS Donald Trump saat diwawancara wartawan dalam pesawat Air Force One usai lawatan dua hari ke China.
Presiden AS Donald Trump saat diwawancara wartawan dalam pesawat Air Force One usai lawatan dua hari ke China. (Foto: Getty Images/Alex Wong)
0 Komentar

DIPLOMASI meja makan yang hangat di Beijing mendadak hambar. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat geger panggung geopolitik global lewat pengakuan yang teramat langka bagi seorang kepala negara adidaya.

Tanpa tedeng aling-aling, Trump mengakui bahwa Washington selama ini menjalankan aktivitas spionase dan operasi siber skala besar untuk mengobrak-abrik pertahanan China.

Pernyataan blak-blakan itu meluncur dari mulut Trump di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Jumat (15/5/2026), sesaat setelah ia menyelesaikan KTT dua hari bersama Presiden China Xi Jinping di Beijing. Isu perang siber, menurut Trump, justru menjadi menu utama dalam pembicaraan empat mata tersebut.

Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab

“Ya, saya sudah membahasnya, dan dia (Xi Jinping) juga berbicara soal serangan yang kita lakukan terhadap China,” ujar Trump seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (16/5/2026).

Ia kemudian melontarkan kalimat yang langsung memicu riak di kalangan komunitas intelijen dunia. Trump menyetarakan posisi AS dan China dalam urusan intip-mengintip data negara.​”Anda tahu, apa yang mereka lakukan, kita juga lakukan. Kami juga memata-matai mereka habis-habisan (spy like hell),” cetus Trump tanpa beban.

Gertakan di Balik Senyuman Diplomatik

Kunjungan ini sejatinya menjadi lawatan perdana Trump ke Negeri Tirai Bambu sejak ia kembali bertakhta di Gedung Putih. Di depan kamera, kedua pemimpin dunia itu tampak akrab. Pujian saling dilempar, bahkan kata “teman” sempat terucap dari kedua belah pihak.

Namun, di balik jabat tangan yang erat, ketegangan riil tidak bisa disembunyikan. Trump bahkan mengklaim sempat memberikan peringatan keras secara langsung kepada Xi Jinping mengenai superioritas teknologi siber Pentagon.

​”Saya bilang padanya, ‘Kami melakukan banyak hal kepada Anda yang tidak Anda ketahui,’” lanjut Trump, bernada menggertak.

​Menelanjangi Perang Dingin Digital

Selama bertahun-tahun, Washington dan Beijing terlibat dalam narasi saling tuduh yang membosankan. AS kerap menuding peretas bentukan Beijing menyusup ke infrastruktur penting mereka, mulai dari peladen (server) pemerintah hingga raksasa teknologi. Sebaliknya, China juga berulang kali menuding balik AS sebagai gembong intelijen digital digital terbesar di dunia.

0 Komentar