Bedanya, jika pendahulu Trump cenderung bermain aman dengan menutup rapat dapur operasi CIA atau NSA, Trump memilih menelanjanginya di depan publik.
Pengakuan “nyeleneh” Trump ini seolah menegaskan satu hal kepada dunia: perang siber antara dua kekuatan ekonomi terbesar ini bukan lagi sekadar rumor atau teori konspirasi, melainkan realitas yang nyata dan sedang berlangsung secara intens di balik layar.
