PRESIDEN Prabowo Subianto meminta para aparat penegak hukum, baik kepolisian dan kejaksaan, maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperbaiki dan membersihkan internal institusinya.
Prabowo meminta agar para aparat tersebut tidak menjadi pelindung atau backingdari berbagai macam tindak kejahatan, termasuk perjudian dan penyelundupan barang ilegal.
“Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang backing penyelewengan, aparat yang backing penyelundupan, backing narkoba, backing judi, backing ilegal ini, ilegal itu, ilegal ini. Jangan sampai begitu, Saudara-Saudara sekalian,” kata Prabowo dalam sambutan saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Awalnya, Prabowo mengatakan bahwa marwah lembaga hukum di Indonesia harus dijaga. Katanya, Indonesia harus memiliki hakim yang bersih dan jujur.
Prabowo juga menyinggung soal kenaikan gaji hakim yang mencapai hampir 300 persen. Bahkan, kata Prabowo, hakim junior di Indonesia, gajinya telah menyalip dua hakim di Malaysia.
Prabowo menyebut pengadilan adalah tempat terakhir masyarakat dapat menuntut keadilan, terutama bagi kaum yang lemah. Oleh karena itu, perbaikan peradilan harus dibarengi dengan perbaikan dari para aparat.
“Tetapi, seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” tutur Prabowo.
“Saya menghimbau, saya menghimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat,” tambah Prabowo.
